Ads 468x60px

Friday, March 29, 2013

Kemampuan Matematika Sebagian Besar Orangtua Buruk

Banyak orangtua dinilai telah kehilangan percaya diri untuk membantu anak-anaknya mengerjakan tugas mata pelajaran matematika, juga mata pelajaran eksakta lainnya, di rumah. Dari hasil studi kepada 2.005 ayah dan ibu di Inggris, hanya 5 persen yang mampu menjawab dengan benar 10 soal matematika untuk anak berusia 11 tahun.

Sekitar 15 persen dinilai tampak berjuang dengan susah payah untuk mengerjakan soal-soal sederhana, seperti mana bilangan pecahan yang setara dengan 1/4. Sementara itu, sekitar 25 persen orangtua tersebut hanya menjawab benar 4 dari 10 pertanyaan yang diberikan.

Hasil studi yang dipublikasikan Pearson ini menunjukkan keprihatinan terhadap kemampuan berhitung di Inggris. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa hampir setengah dari orang dewasa atau sekitar 17 juta memiliki kemampuan berhitung yang buruk, meninggalkan manajemen keuangan keluarga yang baik, memperkirakan perubahan dan memiliki jadwal transportasi.

Sekitar 30 persen dari orangtua tidak merasa percaya diri dengan kemampuannya untuk membantu anak-anak mereka dalam mengerjakan pekerjaan rumah Matematika. Sekitar 53 persen terus berjuang untuk memahami metode pengajaran baru dalam mata pelajaran Matematika dewasa ini.

Berdasarkan studi ini, para peneliti memeroleh fakta bahwa orangtua merasa paling sulit membantu anak-anaknya mengerjakan soal-soal Matematika, selain Bahasa Perancis. Para ahli memperingatkan bahwa rendahnya tingkat kemampuan matematika ini telah menjadi tren di antara orang dewasa, bahkan para profesional dengan jabatan tinggi di media dan pelayanan publik.

Hal ini tentu saja memprihatinkan karena sebuah studi terbaru dari Amerika Serikat menyebutkan bahwa dukungan orangtua sangat penting dalam meningkatkan standar keunggulan anak-anak. Dampak peran ayah dan ibu untuk anak-anak lebih besar daripada sekolah.

Seorang pembawa acara televisi, Carol Vorderman, melakukan kajian terhadap metode pengajaran Matematika yang konservatif.

"Penelitian menunjukkan bahwa orangtua yang membantu anak-anaknya dalam mengerjakan pekerjaan rumah, anak-anaknya akan mungkin lebih sukses di sekolah. Maka makin mengkhawatirkan jika makin banyak orangtua yang kehilangan kepercayaan diri soal kemampuan matematikanya," tuturnya.

"Ini terkait dengan pentingnya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bisa belajar matematika dengan cara yang menyenangkan dan menarik, baik di rumah maupun di sekolah," tambahnya kemudian.

Bagaimana dengan kemampuan matematika orangtua di Indonesia?
sumber : kompas.com
 

Dapatkan kiriman artikel terbaru langsung ke alamat email. Masukkan email anda ke kolom di bawah ini:

Disponsori oleh : blogrozran

Saya Sarankan Anda Baca Juga



0 comments :

Post a Comment