Ads 468x60px

Saturday, March 2, 2013

HEAVENLY FAMILY part 7



Ummul mu’minin ‘aisyah ra berkata :
 Ummul mu'minin 'aisyah ra said:

 “YAA MA’SYARANNISAA LAU TA’LAMNA BI HAQQI AZWAAJIKUNNA ‘ALAIKUNNALAJA’ALATILMARATU MINKUNNA TAMSAHULGHUBAARA ‘AN QADAMA ZAUJIHAA BUHURRI WAJHIHAA”(al hadits) “ 

"Wahai kaum wanita, seandainya kamu akan mengetahui hak-hak suamimu atas dirimu, niscaya kamu akan bersedia membersihkan debu ditelapak kaki suaminya dengan sebagian wajahnya”.

 "Dear women, if you will know your husband's rights over you, surely you would be willing to dust on his feet with some of her part face. "

Tersebut dalam riwayat Al Bazzar dari ‘aisyah ra bahwa beliau berkata : “Aku bertanya kepada
Rosulullah S.A.W “Siapa orang yang paling besar hak-haknya atas wanita?. Beliau menjawab:”Suaminya”. Aku melanjutkan:”siapa orang yang paling besar hak-haknya atas seorang laki laki?”. Beliau menjawab”Ibunya”.

Al-Bazzar narrated from 'A'ishah that she said: "I ​​asked to Muhammad SAW "Who is the greatest rights over a woman?. He replied: "Husband". I continued: "who is the greatest rights over a man, man? '. He replied "mother".

 Rasullullah S.A.W bersabda :”Ada tiga macam orang yang mana Allah tidak berkenan menerima sholatnya, kebajikannya tidak dibawa naik ke langit.Yaitu :

Rasullullah SAW said: "There are three kinds of people with whom God is not willing to receive prayer, virtue was not brought up to the sky. That is:

Budak yang lari dari tuannya hingga kembali, Isteri yang di marahi suaminya hingga mendapat ridhonya,Pemabuk hingga sadar (dari mabuknya). Riwayat Ibnu Huzaimah, Ibnu Hibban dan Al Baihaqqi dari Jabir.

Slaves who ran away from his master until return, that wife scolded of her husband until get his blessing, drunk until realize (from drunk). Narrated by Ibnu Huzaimah, Ibnu Hibban and Al Baihaqqi from Jabir.

Rasulullah bersabda ketika mengingatkan kaum wanita (isteri): 

Prophet said when reminded of the woman (wife):

 ”IDZAA QAALATIL MAR-ATU LIZAUJIHA MAA RA-AITU MINKA KHAIRUNQATHTHU FAQAD HABITHA ‘AMALUHA”

“Apabila seorang istri berkata pada suaminya :”Sama sekali aku tidak pernah melihat kamu berbuat baik”. Maka benar benar telah terhapuslah amalnya”. (riwayat ibnu Adi dan ibnu ‘Asakir dan ‘Aisyah)

"If a wife says to her husband:" Not at all I never see you do good. "Then it really is deeds have been erased. "(narrated Ibn Adi and Ibn 'Asakir and' Aisyah)

Thalhah bin Ubaidillah Ra mengatakan bahwa, aku mendengar Rasulullah bersabda :

Thalhah bin Ubaidullah Ra said that, I heard the Messenger of Allah said:

 “AYYUMAMRA-ATIN QAALAT LIZAUJIHAA MAA RA AITU MINKA KHAIRAN QUTHTHA ILLAA AYASAHALLAAHU TA’AALAA MIRRAHMATIHI YAUMALQIYAAMATI”

“Siapa saja perempuan (isteri) yang berkata pada suaminya : Sama sekali aku belum pernah melihat engkau berbuat baik”, Kecuali Allah memutuskan rahmat baginya kelak di hari kiamat”.

"Any woman (wife) who says to her husband: Altogether I've never seen you do well," Unless God decides mercy for him later in the day ".


Rasulullah S.A.W bersabda:
Prophet said:

”INNALLAAHA LAA YANDZURU ILAA IMRAATIN LAA TASYKURU ZAUJAHAA.” 

“Sesungguhnya Allah tak mau memperhatikan seorang istri yang tidak mau bersyukur kepada suaminya”.

 "Verily Allah will not notice a wife who would not be grateful to her husband".

 ”LAA YANDZURULLAAHU TABAARAKA WATA’AALAA ILAA IMRA-ATIN LAA TASYKUR LIZAUJIHAA WAHIYA LAA TSTAGHNII ‘ANHU”. 

 “Allah tidak mau memperhatikan seseorang istri yang menolak bersyukur kepada suaminya, padahal ia tetap membutuhkan suaminya”.

"God does not want to pay attention to one's wife who refused to be grateful to her husband, but she still needs her husband".
 
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, aku mendengar bahwa Rasulullah S.A.W bersabda “Seandainya seorang istri mempunyai Kekayaan seperti yang dikuasai Sulaiman bin daud, dan suaminya ikut makan hartanya itu, kemudian istrinya berkata kepadanya:”Mana harta milikmu !!”, kecuali Allah akan menghapus amalnya (amal istri) selama empat puluh tahun”.

It was narrated from Abu Hurairah, I heard that the Messenger of Allah said: "If a wife has such wealth held by Solomon the son of David, and her husband had eaten her money, then his wife said to him:" Where are your possessions! ", But Allah will remove his credit ( charity's wife ) for forty years. "

Usman bin ‘affan berkata, aku mendengar Rasulullah S.A.W bersabda:”Seandainya seorang istri mempunyai sejumlah harta kekayaan sebanyak isi dunia dan memberikan Semua kekayaan itu pada suaminya, dan setelah berlalu beberapa Saat lalu di ungkit-ungkitnya, kecuali Allah akan menghapus semua amalnya dan akan mengumpulkannya bersama dengan Qorun”. 

Usman ibn 'Affan said: I heard the Messenger of Allah said: "If a wife has a number of assets as much of the world and give all the wealth that her husband, and after a few passes and then on leverage Currently it up, but God will wipe away all of his credit and will gathered together with Qorun ".
Next..
read more

Friday, March 1, 2013

HEAVENLY FAMILY part 6



Abdullah Alwasiti bercerita bahwa pernah di Arafah aku melihat seorang perempuan ia berkata, “barang siapa mendapat petunjuk Allah maka takkan ada yang dapat menyesatkanya, Barang siapa di sesatkan Allah maka tidak ada orang yang akan menunjukanya “.
Abdullah Alwasiti recalled that once in Arafat I saw a woman he said, "whoever Allah guided then no one would be mislead, lead astray whoever in God then no one is going to show it".
 
Tahulah aku bahwa wanita itu seorang tersesat jalan. aku bertanya. ”wahai perempuan dari mana asalmu?” ia menjawab “maha suci Allah Dzat yang telah meng Isra’ kan hambanya pada suatu malam dari masjidil haram ke masjidil aqsho “.

I knew then that she was a lost way. I asked. "O women where you come from?" He replied, "God is most holy One who has Meng Isra his servant on a night from the Holy Mosque to the Aqsa Mosque."

Tahulah aku bahwa perempuan itu berasal dari muqodas. aku bertanya :”untuk keperluan apa kedatanganmu kemari?” ia menjawab:”diwajibkan oleh Allah atas manusia menunaikan haji bagi orang yang mampu menempuh perjalananya”. aku bertanya:”kau punya suami?” ia menjawab:”janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan dengan masalah ltu!”. ”apa kau bersedia naik unta ?” tanyaku. ia menjawab:”perkara apa saja dari kebaikan yang kamu kerjakan maka Allah mengetahuinya”. Manakala perempuan itu hendak menaiki kuda, ia berkata :”katakanlah kepada orang-orang yang beriman agar menundukKan pandangan mereka! “.
I knew she was coming from muqodas. I said, "for the purposes of what coming here?" he said, "is required by God for man to do Hajj for those who are able to take perjalananya". I asked: "do you have a husband?" he replied: "Do not follow what you have no knowledge of the issue's". "What are you willing to ride a camel," I asked. He replied: "Any case of the good things you do, God knows." When she was about to ride a horse, he said: "Say to the believing men that beat their views! ".

Maka akupun berpaling dari memandanginya. setelah berada di punggung kendaraan kembali aku bertanya :”siapa namamu?” dan “ceritakanlah kisah Mariam didalam Al Qur’an ?” jawabnya. “kau punya anak?” ia menjawab :”berwasiatlah Ibrahim dengan milat itu kepada anak-anaknya dan Yaqub “.
Then I will turn away from looking at it. after being on the back of the vehicle back I asked: "what's your name?" and "tell the story of Mariam in the Qur'an?" she said. "You have children?" He replied: "intestate is that Milat Ibrahim with his children and Yaqub".


Akupun mengerti bahwa ia mempunyai beberapa anak. aku melanjutkan pertanyaan : ”siapa nama mereka ?”ia menjawab:”dan Allah berfirman kepada Musa dengan firman-firman-Nya. dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih (pilihan). Hai Dawud, sesungguhnya kami menjadikan kamu kholifah di muka bumi”. (jadi nama anak-anak mereka adalah Musa, Ibrahim, dan dawud).

I also understand that he had several children. I went on the question: "what are their names?" he said, "and God said to Moses by the word of His word. and God made Abraham as a lover (option). Hi David, we actually made ​​you inheritors of the earth ". (so the names of their children were Moses, Abraham, and Dawud).

Aku bertanya :”ke daerah mana aku dapat menjumpai mereka ?” ia menjawab :” dan beberapa tanda, dengan bintang mereka di beri petunjuk jalan “. akupun mengerti bahwa perempuan itu termasuk salah seorang yang ada dalam rombongan pengendara unta.Aku melanjutkan :”Mariam beberapa hari ini kau belum makan apa-apa?” ia menjawab : ” sesungguhnya aku bernadzar kepada Tuhan Arrahman untuk berpuasa.

I asked: "to the area where I can see them?" He said, "and some of the signs, with the star guided them on the road". I will see that she was among the camel riders in the group. I continued: "Mariam few days you have not eaten anything?" He replied: "I actually air Arrahman vow to God to fast.

Manakala aku telah sampai ketempat anak-anaknya dan mereka melihat ibundanya mereka menangis seketika, perempuan itu berkata:” salah seorang di antara kamu pergilah kekota dengan membawa uang untuk berbelanja “.Aku bertanya kepada anak-anaknya tentang ibundanya itu. mereka menjawab “sesungguhnya dia sudah tiga hari ini tersesat jalan. ia bernadzar tidak akan berbicara apa-apa kecuali menggunakan bahasa Al Qur’an”. setelah itu aku bertanya kepada mereka, begitu melihat bahwa mereka menangis semua.

When I had reached the place of their children and they see their mother cry once, she said: "one of you go to town with the money to go shopping." I asked the children about his mother's. they replied "he's actually lost three days this way. Air vow he will not speak anything but the language of the Qur'an ". after that I asked them, seeing that they were all crying.

Mereka menjawab:”sesungguhnya ia dalam keadaan nadzar”.Maka akupun buru-buru masuk menjumpainya dan bertanya kepadanya mengenai keadaan yang dialami. perempuan itu menjawab:”dan sakaratul maut datang dengan nyata “. 

They said: "actually he was in a state of vow." Then I will go meet him quickly and asked him about the state experienced. she said, "and come up with a real breathe his last."

Setelah kematiannya malamnya aku bermimpi bertemu dengan perempuan itu. aku bertanya:”dimana kamu sekarang?” ia menjawab :”sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa di tempatkan dalam surga dan sungai-sungai, di tempat yang di senangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa “.

After his death the night I dreamed I met her. I asked: "Where are you now?" he replied: "true pious people in place in heaven and rivers, where it at the side enjoy Mighty God".

Diriwayatkan dari Rosulullah S.A.W bahwa beliau bersabda :”sesungguhnya istri yang mentaati suaminya di mohonkan ampunan oleh burung-burung yang terbang diudara, ikan-ikan yang ada di air dan para Malaikat yang ada di langit, selagi istri itu berada dalam keridloan suaminya “.

It was narrated from Muhammad SAW that he said: "real wife obey her husband pray for forgiveness by the birds that fly in the air, the fish in the water and the angels in heaven, while his wife was in the pleasure of her husband".

Di baghdad ada seorang laki laki menikah dengan anak puteri pamannya sendiri. Dalam pernikahan itu ia berjanji tidak akan menikah lagi dengan wanita lain. Suatu hari ada seorang perempuan datang (belanja) ke tokonya. Ia meminta lelaki itu untuk menikahi dirinya. Lelaki itupun bercerita apa adanya, bahwa dia telah mengikat janji dengan istrinya (anak pamannya)untuk tidak akan kawin lagi dengan wanita lain.Tetapi perempuan itu terus mendesak dirinya, hingga dirinya rela sekalipun hanya di gilir pada hari jum’at. Lelaki itupun menikahinya.

In Baghdad there was a young male married to the daughter of his uncle. In marriage, he vowed not to marry again with another woman. One day a woman came (shopping) to the shop. She asks him to marry her. The man rose tell what it is, that she has tied the knot with his wife (his uncle's daughter) to not marry again .But she pressed him, till she was willing even if only in cultivation on Friday. The man rose marry.

Masa itu telah berlalu, hingga sampai memasuki kedelapan bulan dalam pernikahannya dengan wanita lain, isterinya mulai curiga. Ia tidak menyukai tingkah suaminya yang mulai tidak beres. Ia memerintahkan pembantunya supaya menyelidiki suaminya.

That time has passed, until entering the eighth month in a marriage with another woman, his wife became suspicious. He did not like her husband's behavior started to go wrong. He ordered aides to be investigating him.

Menjelang hari jum’at, suaminya keluar, isterinya meminta pembantunya untuk mengawasi dari jauh, ke mana tujuannya. Ternyata ia masuk kerumah seorang perempuan. Pembantu tadi terus malakukan penyelidikan Ia bertanya kepada salah seorang tetangga perempuan itu. Jawabnya, bahwa lelaki itu telah menikahinya beberapa bulan yang lalu. Tuan puterinya di beritahu bahwa, suaminya telah menikah lagi dengan perempuan lain. Ia berkata:”Kamu jangan menyebarkan rahasia ini kepada siapapun”.

By the day of Friday, he came out, his wife asked aides to supervise from a distance, where it's heading. Apparently he entered a woman's home. The maid had kept  investigation he asked a neighbor woman. He replied, that he had been married a few months ago. Host daughter was told that her husband had married another woman. She said: "You do not spread this secret to anyone."


Manakala lelaki itu telah mati (yakni suami dari isteri anak pamannya) Ia mengutus pembantunya supaya mengantarkan uang sebanyak 500 dinar kepada isterinya yang kedua. ”Pergilah kerumahnya dan katakan kepadanya :”Semoga Allah menambah pahalamu menjadi lebih besar. Sesungguhnya suamimu telah mati. Ia meninggalkan uang sebanyak 8000 dinar. Yang tujuh ribu dinar diberikan kepada anaknya. Yang 1000 dinar lagi dibagi dua antara aku dan kamu. ”

When the man had died (the husband of the wife of his uncle's son) that he sent aides to deliver the money as much as 500 dinars to the second wife. "Go to his house and told him:" May Allah increase the reward is greater. Surely your husband is dead. He left money for 8,000 dinars. Its seven thousand dinars given to her son. A 1000 dinar again split between me and you. ''


Ketika isteri mudanya mendapat penjelasan itu, ia menolak pemberian uang dari isteri tua. Ia berkata kepada pembantunya:”Kembalikan uang itu padanya. Aku tidak akan mengambil maskawin daripadanya, dan aku tidak ingin mengambil tinggalan apapun dari padanya. ”

When his young wife gets an explanation, he refused to take money out of an old wife. He said to the servants: "Put the money back to her. I would not take dowry from it, and I do not want to take any of her remains. ''

“AYYUMAMRA-ATIN ‘ASHOT ZAUJAHAA FA’ALAIHAA LA’NATULLAAHI WAL MALAAIKAATIWANNAASI AJMA’IINA”. (al hadits) 

“Mana saja isteri yang berbuat durhaka kepada suaminya, maka ia memperoleh laknat Allah, para malaikat, dan semua manusia”.

 "Anywhere wife disobeyed her husband, so she earned the wrath of Allah, the angels, and all human beings".

Abdullah bin mas’ud mengatakan bahwa, aku mendengar Rasulullah bersabda :
Abdullah bin Mas'ud said that, I heard the Messenger of Allah said:

“AYYUMAA IMRA-ATIN DA’AAHAA ZAUJUHAA ILAA FIRAASYIHI FAS.A.WWAFAT BIHI hATTA YANAAMA FAHIYA MAL’UUNAH”. (al hadits)

 “Mana saja isteri yang di ajak suaminya bersetubuh, lalu ia mengulur ngulur waktu hingga suaminya tertidur, maka ia terlaknat”.

 "Anywhere wife to her husband were invited to intercourse, then he is delaying the time until her husband fell asleep, then he is accursed."

 ”Mana saja isteri yang bermuka masam di depan wajah suaminya maka ia berada dalam kemurkaan Allah hingga ia tersenyum kembali dan berusaha meminta keridhoannya. Dan mana saja isteri yang keluar rumahnya tanpa mendapat restu suaminya maka ia dilaknati para malaikat hingga kembali”.

 "Anywhere surly wife in front of his face and he was in the wrath of God until he smiled back and tried to ask for the pleasure of it. And any wife out of her home without the blessing of her husband so she cursed the angels until come back ".



Abdurrahman bin ‘auf mengatakan, aku mendengar bahwa Rasulullah bersabda:

Abdurrahman bin 'auf said, I heard that the Prophet said:

“AYYUMAMRA-ATIN ‘ABASAT FII WAJHI ZAUJIHAA ILLAA QAAMAT MIN QABRIHAAMUSWADDATALWAJHI”. (al hadits)

 “Mana saja isteri yang bermuka masam di depan suaminya, kelak ia di bangkitkan dari kuburnya dalam keadaan berwajah hitam”.

 "Anywhere surly wife in front of him, one day he resurrected from the grave in a state of the black-faced".

 Dari Usman bin ‘Affan Ra berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda :
 Of Usman ibn 'Affan Ra said, I heard the Messenger of Allah said:

 “MAA KHARAJAT IMRA-ATUMMINBAITI ZAUJIHAA BI GHAIRI IDZNIHI ILLAA LA’ANAHAA KULLU SYAI-IN THALA’AT ‘ALAIHISYSYAMSU HATTAL HIITAANI FIL BAHRI. ” 

“Tidaklah seorang isteri keluar dari rumah suaminya tanpa mendapat restunya, kecuali dilaknati oleh segala sesuatu yang tersiram matahari, hingga termasuk ikan ikan yang ada dilaut”. 

"It is not a wife out of the house without the blessing of her husband, but cursed by the sun soaked everything, until include existing stocks of fish at sea."
Next...
read more

HEAVENLY FAMILY part 5



“LIRRIJAALI NASHIIBUN MIMMAA IHTASABUU WALINNISAAI NASHIIBUN MIMMAA IKTASABNA”
( Qur'an Surat An-Nisa’: 32 )



”Bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi mereka wanita ada bagian dari apa yang mereka usahakan. ”

 "For men there is a part of what they earn, and for those women was part of what they earn".

Yang dimaksud adalah pahala yang diberikan Allah S.W.T kepada kaum lelaki karena menunaikan jihad. Sedangkan pahala yang diberikan Allah S.W.T kepada kaum wanita adalah lantaran mereka memelihara kemaluannya dan mentaati Allah S.W.T serta mentaati suaminya. Pahala kaum lelaki dan wanita di akhirat kelak kedudukannya sama. Yang demikian karena, perbuatan baik itu dilipatgandakan pahalanya hingga sepuluh kali lipat. Baik hal itu berlaku bagi kaum lelaki maupun wanita. keutamaan kaum lelaki atas kaum wanita hanyalah sebatas masa di dunia. Demikian menurut penafsiran Asy Syarbini didalam Tafsirnya.

The meaning is the reward given by God Almighty to fulfill men for jihad. While Allah reward given to women is because they maintain cock and obey Allah and obey her husband. Reward the men and women in the same position Hereafter. That is because good deeds are multiplied by ten-fold reward. Good thing is true for men and women. primacy of men over women is only limited time in the world. Similarly, according to the interpretation of Asy Syarbini.


Iman Ali RA mengatakan:”Seburuk-buruk sifat kaum lelaki namun sebaik-baik sifat sifat kaum wanita , penakut. Sebab kaum wanita (Isteri) itu bakhil maka akan dapat memelihara hartanya dsn hartanya dan suami saja, kalau isteri (wanita) itu merasa besar maka perasaan besarnya itu akan mencegah diri nya banyak bicara kepada setiap orang dengan gaya bicara yang lunak, yang memungkinkan mengundang perhatian. kalau wanita itu penakut dari segala sesuatu maka ia tidak akan keluar rumah dan merasa takut ketempat-tempat yang dapat mengundang dugaan lantaran takut kepada Suaminya. Nabi Dawud As mengatakan :”Isteri yang berakhlak buruk bagi seorang suami, kalau dimisalkan adalah bagaikan orangtua renta yang memikul beban berat. Sedang isteri yang sholihah bagi seorang suami bagaikan mahkota yang dilapisi emas. Manakala suami memandangnya,maka membuat ketenangan. ”

Imam Ali RA said: "As bad as the worst of the nature of men, but the best of both properties characteristic of women, are cowards. Because the woman (wife) was griping that his property will be able to maintain their wealth and dsn husband, if the wife (woman) it felt great then the feeling of that magnitude would prevent his self talk much to each person with a soft speaking style, which enables invite attention . if she was timid of everything then he will not leave the house and was afraid the place where you can invite suspicion because of fear of her husband. As Prophet Dawud said: 'depraved wife who for a husband, if let's say is like a frail parent who bears the brunt. Being sholihah wife for a husband is like a gilded crown. When looking at her husband, then makes peace".

Al Ashmu’i menceritakan pengalamannya ketika berjalan-jalan di suatu dusun. Katanya, suatu hari aku melihat seorang wanita di suatu desa. Ia berpakaian merah menyala, semua semua kukunya dikenakan pacar dan tangannya menggenggam tasbih. Al Ashmu’i bergumam : Alangkah indahnya wanita itu, hampir tidak ada ke keindahan yang melebihinya.

Al Ashmu'i her experience as a walk in the village. He said, one day I saw a woman in a village. He was dressed in red, all his nails all worn her boyfriend and clutching rosary. Al Ashmu'i muttered: How beautiful she was, almost no beauty that surpass her.

Setelah mengetahui sapaanku, ia bersair : Demi Allah sesungguhnya aku mempunyai seorang kawan yang akrab yang tidak dapat kutinggalkan sewaktu-waktu aku bercengkerama bersama dirimu Al Ashmu’i melanjutkan, sekarang aku tahu bahwa, wanita itu ternyata seorang isteri yang solehah. Ia mempunyai suami dimana ia selalu berhias untuk menyenangkan dirinya.

After knowing I greeted her, she verse: By Allah I have a close friend who can not be left behind at any time I mingle with you Al Ashmu'i continued, now I know, she was apparently a wife who solehah. She has a husband in which he is always decorated to please him.


“LAA YAHILLU LAHAA AN TUTH’IMA MIN BAITIHI ILLAA BIIDZNIHI ILLAA ARROTHBA MINATHTHO’AAMI ALLADZII YAKHOOfU FASAADUHU FAIN ATH’AMAT ‘AN RIDHOOHU KAANA LAHAA MITSLA AJRIHI WAIN ATH’AMAT BIGHOIRI IDZNIHI KAANA LAHULAJRU WA’ALAIHALWIZRU. ”
( AL-HADITS )


”Tidak dihalalkan bagi seorang isteri memberikan makanan dari rumah suaminya kecuali mendapat izinnya. Kecuali berupa makanan basah (yang kadar airnya tinggi)yang dikhawatirkan busuk. Kalau seorang isteri memberi makanan tanpa memperoleh izin suaminya, maka suaminya yang mendapat pahala dan ia sendiri mendapat dosa. 

"It is lawful for a wife gives her husband's food from home unless he got permission. Except in the form of wet food (a high water content) were feared foul. If a wife gives her husband's food without permission, then her husband gets she own reward and got sin".

Seorang isteri juga harus menghormati keluarga suaminya, kerabatkerabatnya kendati hanya dengan ucapan. Hendaknya isteri dapat menempatkan dirinya dalam memandang perkara yang sedikit yang dimiliki suami sebagai perkara yang banyak. Tidak menolak jika diajak tidur bersama, kendati saat itu ia sedang berkendaraan. 

A wife should respect her husband's family, his relatives, although only with words. Wife should be able to put himself in view of a few cases the husband owned a lot of cases. Not refuse if asked to sleep together, although at that time she was driving.

 “LAU ANNA IMROATAN JA’ALAT LAILAHAA QIIYAAMAN WANAHAAROHAA SHIYAAMAN WA’AAHAA ZAUJUHAA ILAA FIROOSYIHI WA TAAKHKHOROT ‘ANHU SAA’ATAN WAAHIDATAN JAAAT YAUMALQIAMATI TUSHABU BISSALAASILI WALAGHLAALI MA’ASYSYAYAATHIINI ILAA ASFALI SAAFILIINA” ( AL-HADITS by Ibnu Abbas )

Seandainya seorang istri menjadikan seluruh waktu malamnya untuk beribadah dan siangnya selalu berpuasa, sementara suaminya mengajak dia tidur bersama (yakni bersetubuh) tetapi ia terlambat sebentar saja memenuhi panggilan (ajakannya), maka kelak di hari kiamat ia datang dalam keadaan terantai dan terbelenggu, serta ia dikumpulkan bersama syetan ditempat neraka yang paling bawah.

If a wife makes the whole night time for worship and afternoon is always fast, while her husband took her to sleep together (intercourse) but she was too late briefly summons (invitation), then later in the day he came in a state of chained and shackled, and she collected with satan hell the place down.

Disunnahkan bagi orang yang hendak bersetubuh memulai dengan membaca Bismillahir rahmaanir rahiim, dilanjutkan membaca surat AL Ikhlas, kemudian bertakbir dan bertahlil (yakni membaca Allahu Akbar dan Laa ilaahaa illalloh).

It's recomended for people who will copulate start by reading Bismillahir Rahmaanir Raheem,read  AL Ikhlas, then bertakbir and bertahlil (ie read Allahu Akbar and Laa Ilaahaa Illalloh).

dilanjutkan membaca :
continue reading:

“BISMILLAHIL ‘ALIIYIL ‘ADHIMI ALLOHUMMA IJ”AL ANNUTHFATA DZURRIYYATAN THOYYIBATAN IN KUNTA QODARTA AN TUKHRIJA DZAALIKA MIN SHULBII. ” 

“Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Wahai Allah, jadikanlah sperma ini menjadi keturunan yang bagus kalau Kau kehendaki keluar dari tulang rusukku. ”

"In the name of Allah, Most High, Most Great. O Allah, make this semen into a nice descent if you want out of my ribs".

Rasululloh S.A.W mengajarkan : 
Rasululloh S.A.W taught:

 

“LAU ANNA AHADAKUM INNA ATAA AHLAHU QOOLA: ALLOHUMMA JANNIBNISYSYAITHOONA WA JANNIBISYSYAITHOONA MAA ROJAQTANAA. ”

“Jika seorang diantara kamu bermaksud menyetubuhi istrinya , bacalah :ALLOHUMMA JANNIBNISYSYAITHOONA WA JANNIBISYSYAITHOONA MAA ROJAQTANAA  (wahai Allah jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari suatu rizki yang Engkau berikan kepada kami)".

"If one of you intends with his wife, read: ALLOHUMMA JANNIBNISYSYAITHOONA WA JANNIBISYSYAITHOONA MAA ROJAQTANAA (O Allah take away Satan from me and keep Satan out from a fortune that you provide to us)".

Apabila telah mendekati ejekulasi dan maka hendaknya membaca do’a dalam hati yaitu:

Once approached orgasme and hence should read the prayer in the heart are:

“ALHAMDULILLAHILLADZII KHOLAQO MINALMAAI BASYARON FAJA’ALAHU NASABAN WASHIHRON WAKAANA ROBBUKA QODIIRON “
 "Segala puji bagi Allah dzat yang telah menciptakan manusia dari setetes air (sperma) lalu dia menjadikan dari setetes air itu keturunan dan keluarga. dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa."

"Praise be to Allah the One who has created man from a drop of water (sperm) and then he made from a drop of water was hereditary and family. and is the Lord Almighty."

Sewaktu bersetubuh hendaknya menghindari menghadap ke arah kiblat. Hal itu semata untuk menghormati kiblat hendaknya dalam persetubuhan antara laki-laki dan wanita di tutup dengan selimut. hendaknya seorang istri jangan berpuasa (sunnah) selain telah memperoleh ijin suaminya. kalaupun tetap berpuasa tanpa mendapatkan ijinnya maka puasanya tidak di terima, kendati ia lapar dan dahaga saja. seorang istri hendaknya pula jangan pula keluar rumah kecuali memperoleh ijin suami. kalau terpaksa keluar rumah tanpa memperoleh ijinnya maka para malaikat yang ada dilangit melaknatinya, demikian pula para malaikat yang bertugas di bumi, malaikat rahmat dan malaikat juru siksa. hal itu terus berlangsung hingga dirinya bertaubat atau kembali kerumahnya. bahaya itu akan berlaku menimpa dirinya sekalipun suaminya seorang yang aniaya.

During copulate should avoid facing the Qibla. It was simply to honor the direction given in the intercourse between men and women on the cover with a blanket. should a wife do not fasted (sunnah) but has obtained her husband's permission. if remain abstinent without getting permission the fast is not accepted, even though he was hungry and thirsty alone. a wife should also do well out of the house except to obtain permission husband. if you have to leave the house without obtaining the permission of the angels in the heavens cursed, as the angels were on duty on the earth, angels and angelic grace interpreter punishment. it continued until he repent or go back to his house. danger that would befall her despite her husband apply a persecution.
Next...
read more

HEAVENLY FAMILY part 4

“YAA AYYUHAL LADZI AAMANUU QUUU ANFUSAKUM WA AHLIIKUM NAAROON”( Quran Surat AtTahrim:6 )

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri dan keluargamu dari api neraka."

"O you who believe, keep yourself and your family from the fire of hell."


“INNA ASYADDANNAASI ‘ADZAABAYYAU MAL QIYAA MATI MAN JAHHALA AHLAHU”( Words of Prophet )


Sesungguhnya di antara manusia yang paling keras menerima siksaan kelak di hari kiamat adalah orang yang memperbodoh keluarganya

Indeed, among men who received hardest punishment later in the day is the one who reveals her family.

Rasulullah S.A.W bersabda yang artinya:”Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah dalam urusan wanita, karena mereka adalah merupakan amanat bagimu. Barangsiapa tidak menyuruh isterinya menunaikan shalat dan tidak mengajarinya, berarti telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah SAW said which means: "Fear God, fear of God in the affairs of women, because they are a message for you. Whoever does not tell his wife does not pray or teach, then they have betrayed Allah and His Messenger.

Di antara akhir kata-kata yang dipesankan oleh Rasulullah S.A.W yang diulang tiga kali hingga lisannya terasa sulit berkata dan sangat berat, adalah: “Peliharalah shalat, peliharalah shalat (mu) dan apa saja yang ada pada kekuasaanmu. Janganlah kamu membebani mereka dengan perkara yang mereka tidak mampu menanggungnya. Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah dalam urusan isteri-isterimu, sesungguhnya mereka adalah tawanan yang ada dalam kekuasaanmu. Kamu mengambil mereka dengan amanat Allah, dan kamu mengambil kehalalan farji mereka dengan firman-firman Allah.

At the end of words ordered by the Prophet Muhammad were repeated three times until his tongue is difficult to say and very heavy, is: "Keep praying, keep praying (your) and what is in your power. You shall not burden them with a case that they are not able to bear it. Fear God, fear of God in the affairs of your wives, in fact they are the prisoners who are in power. You took them in God's message, and you take their halal pussy by oracles of God.

 "WA MUR AHLAKA BISHOLATI” ( Quran surat Thaaha:132 )


“dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat".

 "And ordered prayers to your family."

Rasulullah S.A.W bersabda, yang artinya: “Pertama kalli perkara yang dipertanggungjawabkan kepada seseorang di hari kiamat adalah keluarganya (yakni isteri) dan anak-anaknya. Mereka berkata, wahai Tuhan kami, ambillah hak-hak kami (tanggung jawab) kami dari orang ini, karena sesungguhnya dia tidak mengajarkan kepada kami tentang urusan agama kami. Ia memberi makan kepada kami berupa makanan dari hasil yang haram, dan kami tidak mengetahui. Maka orang itu dihantam (disiksa) lantaran mencari barang yang haram, sehingga terkelupas dagingnya, kemudian dibawa ke neraka.

Rasulullah SAW said, which means: "The first time cases accountable to someone on the Day of Resurrection is a family (ie wife) and her children. They said, O our Lord, take our rights (responsibility) us from this man, for he did not teach us about our religious affairs. He fed to us in the form of food from the unlawful, and we do not know. So he hit (tortured) because seeking illicit goods, so flaky flesh, and then brought down to hell.
 
“AYYUMAA IMROATIN MAA TAT WAZAUJUHAA ‘ANHAA ROODHIN DAKHOLATILJANNATA” 
 (Diriwayatkan Tirmizdi Ibnu Majah, Hakim dari Ummu Salamah).

 ”Siapa saja kaum wanita (istri) yang mati sedangkan suaminya meridhoinya, maka kelak ia masuk surga. ”

 "Who are the women (wives) who died while her husband bless him, soon she entered heaven." 

  “IDZAA SHOLLATILMARATIU KHOMSAHAA WASHOOMAT SYAHROHAA WAFIDHOT FARJAHAA WA ATHOO’AT ZAUJAHAA QIILA LAHAA UDHULULJANNATA MIN AYYIABWAABILJANNATISYI...
 (Diriwayatkan oleh Ahmad)


“Apabila seorang Isteri menunaikan shalat lima waktunya, berpuasa dibulannya, pandai-pandai memelihara kemaluannya dan mentaati suaminya, kelak akan dikatakan kepadanya:”Masuklah ke surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki.

"If a wife pray five time, fasting month of Ramadan, clever maintain cock and obey her husband, the future will be said to him:" Go to Heaven from any door you want.

Tersebut dalam suatu riwayat ada seorang perempuan datang menghadap Nabi S.A.W seraya berkata : “Wahai Rasululloh, aku ini utusan dari kaum wanita yang diminta menghadapmu. Yaitu menanyakan masalah jihad yang hanya diwajibkan Alloh kepada kaum laki-laki. Kalau merreka terluka mendapatkan pahala. Kalau mereka terbunuh, mereka bahkan sebagi orang-orang yang hidup disisi Tuhannya seraya memperoleh rizki. sedangkan kami dari golongan Wanita ini selalu setia mengikuti dan membantu mereka menyediakan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan. Namun demikian kenapa kami tidak memperoleh pahala berjihad seperti yang diberikan pada mereka Rosulloh S.A.W Bersabda:” Sampaikan kepada siapa saja kaum wanita yang kamu jumpai bahwa,mentaati suami dengan mengakui hak-haknya sesungguhnya telah menyamai dengan pahala berjihad,tetapi sedikit sekali diantaramu melaksanakan ” ( Diriwayatkan oleh Al Bazzar dan Thabrani).

There is a history of a woman came to the Prophet and said: "O Rasululloh, I am the messenger of the women who summoned you. Issue of jihad is to ask Allah only obliged to men. If merreka injured get the reward. If they are killed, they even As with the people who live beside his Lord while obtaining fortune. while our lady of class is always faithful to follow and help them provide the necessary needs. However, why do we not reward jihad as given to them Rosululloh SAW said: "Tell anyone you meet women that, to obey her husband by recognizing their rights have actually equaled the reward of jihad, but very few among you carry" (narrated by Al-Bazzar and Thabrani).
Next...




read more

HEAVENLY FAMILY part 3



Ada seorang salih, ia mempunyai sahabat yang salih pula. Setiap tahun ia berkunjung kepadanya. Suatu hari ia mengunjunginya lagi, sampai ke rumah yang dituju pintunya masih tertutup. Ia ketuk pintu rumah itu. Dari dalam terdengar suara wanita: “siapa itu?” Orang yang salih menjawab: “Aku sahabat suamimu.Aku datang untuk mengunjunginya,hanya karena Allah semata."“Dia sedang keluar mencari kayu bakar",balas istri sahabatnya."Mudah-mudahan ia tidak kembali",Lanjutnya sambil terus bergumam memaki-maki suaminya.

There was a pious, he has a pious friend anyway. Every year he visits him. One day he visited her again, intended to house the door was still closed. He knock on the door of the house. From the woman's voice: "Who is it?" The pious replied: "I am your husbands best friend,came to visit her, just because of God." "He's out looking for firewood," replied his friend's wife. "Hopefully he does not come back, "he kept muttering continued cursing him.
 
Ketika mereka sedang terlibat perbincangan, tiba-tiba orang yang salih itu datang sambil menuntun seekor harimau yang sedang membawa seikat kayu bakar. Begitu melihat sahabatnya datang mengunjunginya, ia menghambur kepadanya seraya bersalam. Kayu bakar itu lalu diturunkan dari punggung harimau tersebut sambil berkata: “Sekarang pergilah kamu, mudah-mudahan Allah memberkatimu".

When they are involved in the conversation, suddenly pious people came, leading a tiger who was carrying a bundle of firewood. When he saw his friend came to visit, he rushed to him as he shook. Firewood is then unloaded from the back of the tiger and said: "Go ye, hopefully God bless you".
 
Orang yang salih itu lalu mempersilakan sahabatnya masuk. Sementara isterinya masih bergumam memaki-maki dirinya, namun ia hanya diam, tanpa menunjukkan reaksi kebencian. Setelah terlibat perbincangan beberapa saat lamanya, hidangan keluar disuguhkan. Dilanjutkan berbincang-bincang .Setelah itu sahabatnya berpamitan dengan menyimpan kekaguman yang sangat berkesan. Ia sangat kagum sebab sahabatnya sanggup menahan kesabarannya menghadap isteri yang begitu cerewet.

That pious were invited his best friend to enter. While his wife was still muttering curses him, but he was silent, without showing the reaction of hatred. After engaging conversation for some time, served a meal out. Continued talking. Afterwards save his friend farewell with a very memorable admiration. He was amazed because his best friend's wife faces patience could hold so chatty.

Tahun berikutnya ia berkunjung lagi. Sampai di depan pintu ia mencoba mengetuknya. Isterinya keluar dan menyapa: “Anda siapa?”, “Aku adalah sahabat suamimu,kedatanganku ini dalam rangka  untuk mengunjunginya",balasnya.” Ohya selamat datang",jawab istri sahabatnya sambil mempersilahkan masuk dengan sangat ramah.

The following year he visited again. Up at the front door he tried to knock. His wife came out and greeted: "Who are you?", "I'm a friend of your husband's arrival in order to visit him," she said. "Ohya welcome," replied the wife of his best friend while allowing the entry with very friendly.
 
Tidak begitu lama sahabat salih yang ditunggunya tiba juga sambil memanggul seikat kayu bakar. Mereka segera terlibat perbincangan sambil menikmati hidangan yang disuguhkan. Setelah semuanya dirasa cukup, dan ketika ia hendak kembali, ia sempatkan bertanya tentang beberapa hal.

Not so long been waiting for pious companions arrived well while carrying a bundle of firewood. They immediately engage the conversation while enjoying dishes that are served. Once everything is enough, and when he was about to return, he was a time to ask about a few things.
 
Bagaimana dahulu ia dapat menundukkan seekor harimau dan mau diperintah membawakan kayu bakar. Sedang sekarang ini ia hanya datang sendirian sambil memanggul kayu bakar."Kenapa bisa begitu?”,tanya sahabatnya. Sahabatnya menjawab:”Ketahuilah sahabatku,istriku yang dahulu cerewet itu sudah meninggal,sebisa mungkin aku berusaha bersabar atas perangai buruknya,sehingga Allah memberi kemudahan kepadaku bisa menundukkan seekor harimau,sebagaimana engkau lihat sendiri sambil membawa kayu bakar waktu itu,semua lantaran kesabaranku pada istriku.Lalu aku menikah lagi dengan wanita yang shalihah ini,aku sangat bahagia mendapatkanya,maka harimau itu dijadikan jauh dari ku dan aku memanggul sendiri kayu bakar itu lantaran kegembiraanku terhadap istriku yang sholihah ini".

How before he could subdue a tiger and take orders bring firewood. 're Now he just comes alone while carrying firewood. "Why is that?", Asked his friend. Companions replied: "You know my friend, my wife, who formerly nag was dead, as much as possible I try to be patient over bad temper, so Allah made ​​it easier me can beat a tiger, as you see yourself carrying firewood that time, all because of my patience on my wife.Lalu I remarried a woman who shalihah this, I am very happily married to her, then the tiger was used as far away from me and I bear alone firewood because it is my joy to my sholihah wife ".

Setiap suami hendaknya pandai-pandai memberi pengajaran atau wasiat-wasiat kebajikan kepada isterinya.

Every husband should be very clever to teach or virtue testaments to his wife.
 
“ROHIMALLAHU ROJULAN QOOLA YAA AHLAAHU SHOLAA TAKUM SHIYAA MAKUM DZAKAA TAKUM MISKIINAKUM YATIIMAKUM JIIROONAKUM LA’ALLAKUM MA’AHUM FIL JANNATI. ”(words of prophet)

“Mudah-mudahan Allah merahmati seorang suami yang mengingatkan isterinya, ‘Hai istriku,jagalah shalatmu,puasamu,zakatmu.Kasihanilah orang-orang miskin di sekitarmu,para tetanggamu,mudah-mudahan Allah mengumpulkan kamu bersama mereka di surga".

"May Allah have mercy on a man who reminds his wife, 'O my wife, keep your prayers, your fasting, your alms. Love poor people around you, the neighbor, hopefully God gather you together with them in heaven. "

Hendaknya seorang suami selalu memperhatikan nafkahnya sesuai dengan kesanggupannya. Hendaknya suami selalu bersabar jika menerima cercaan isterinya, atau perlakuan-perlakuan tidak baik lainnya. Hendaknya suami mengasihani isterinya, yaitu dengan bentuk memberi pendidikan secara baik, kendati ia seorang terpelajar. Sebab kaum wanita bagaimanapun diciptakan dalam keadaan serba kurang akal dan tipis beragama (kecuali hanya sedikit saja yang mempunyai akal panjang dan beragama kuat).

Should a man always pay attention to their living according to his capacity. Husband should always be patient when receiving insults his wife, or treatments are not other good. Husband should pity his wife, with the form of giving good education, although he was a scholar. For women however, created in straitened circumstances and thin sense of religion (except for a few who have strong religious sense).

“LAU LAA ANNALLAHA SATAROL MAR ATA BIL HAYAA ILAKAA NATS LAA TUSAA WII KAFFAN MIN TUROOBIN. ” (words of Prophet)

“Kalaulah bukan karena Allah membuatkan penutup rasa malu bagi kaum wanita, niscaya harganya tidak dapat menyamai segenggam debu".

 "Even if not because God made ​​the cover of embarrassment for women, the price is not necessarily equal to a handful of dust."

Hendaknya seorang suami selalu menuntun isterinya pada jalan-jalan yang baik. Memberi pendidikan kepadanya berupa pengetahuan agama (Islam), meliputi hukum-hukum bersuci (Thaharah) dari hadats besar. Misalnya tentang haid dan nifas. Seorang isteri harus diberi pengetahuan tentang persoalan yang sangat penting itu. Sebab bagaimanapun masalah itu berhubungan erat dengan waktu-waktu shalat. 

Should a husband wife always lead to good roads. Educate him in the form of knowledge of religion (Islam), includes purity laws (Thaharah) from hadats great. For example, about menstruation and childbirth. A wife should be told about a very important issue. Because however the problem is closely related to the times of prayer.

Demikian pula memberikan pengajaran terhadap masalah ibadah. Meliputi ibadah fardhu (wajib) dan sunnahnya. Pengetahuan tentang shalat, zakat, puasa dan haji.

Similarly, providing instruction on the issue of worship. Includes worship fard (obligatory) and the Sunnah. Knowledge of prayer, charity, fasting and pilgrimage.


Jika seorang suami telah memberi pendidikan tentang persoalan pokok tersebut, maka isteri tidak dibenarkan keluar rumah untuk bertanya kepada ulama. Tetapi kalau pengetahuan yang dimiliki suami tidak memadai, sebagai gantinya maka ia sendiri yang harus siap untuk selalu bertanya kepada ulama (orang yang mengerti ilmu agama). Artinya, isteri tetap tidak diperkenankan keluar rumah. Namun, kalau suami tidak mempunyai untuk bertanya, maka isteri dibenarkan keluar rumah untuk bertanya tentang persoalan agama yang dibutuhkan. Hal itu malah menjadi kewajibannya, dan bahkan kalau suaminya melarang keluar berarti telah melakukan kemaksiatan (dosa). Tetapi isteri harus meminta izinnya lebih dulu jika sewaktu-waktu hendak belajar mengenai ilmu-ilmu tersebut. Isteri harus memperoleh keridhaan suaminya.

If a man has given education on the subject matter, the wife is not allowed out of the house to ask the clergy. But if knowledge is inadequate husband, instead it is he himself who must be prepared to always ask the scholars (those who understand the science of religion). That is, the wife still not allowed to leave the house. However, if the husband does not have to ask, then the wife is justified out of the house to ask about the question of religion is needed. It was even a duty, and even if her husband forbids out means have disobedience (sin). But the wife had to ask for permission first if at any time want to learn about these sciences. The wife must obtain her husband's pleasure.
Next...
read more