Ads 468x60px

Saturday, March 30, 2013

Guru Mbeling

Bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kurikulum 2013 sudah beres. Akan tetapi, bagi sejumlah pengamat dan kelompok peduli pendidikan, kurikulum ini masih perlu dikritisi serta disempurnakan. Beberapa di antaranya bahkan secara tegas menolak.

Siapkah para guru menerapkan kurikulum ini? Rasanya kita butuh guru-guru mbeling ketika menerapkan Kurikulum 2013.

Istilah mbeling yang berasal dari bahasa Jawa menyiratkan sifat nakal, suka memberontak terhadap kemapanan, dan sering kali melakukan tindakan di luar kebiasaan. Namun, mbeling berbeda dengan asal-asalan. Pada mbeling terkandung unsur kesadaran, nalar, serta tanggung jawab atas ekspresi mbelingnya. Mbeling dipilih demi memperjuangkan hal-hal yang prinsip. Pada mbeling sesungguhnya mensyaratkan kesadaran, kecerdasan, otentisitas, tanggung jawab, serta keberanian.

Sikap mbeling sering kali dipilih bukan demi kepentingan diri semata. Sikap mbeling sering kali justru dipilih untuk memperjuangkan dan merawat kehidupan. Karena itu, mbeling sering kali menjadi ekspresi panggilan jiwa untuk memperjuangkan prinsip dan merawat kehidupan.

Guru mbeling adalah guru yang sadar akan panggilan jiwanya sebagai pendidik. Guru mbeling sadar akan hal-hal yang membatasi kreativitas dan perjuangan mendidik dengan benar serta bertanggung jawab. Demi prinsip pendidikan, martabat, dan panggilan jiwanya sebagai pendidik, ia berani bersusah-susah dan memperjuangkan pembelajaran di luar kebiasaan.

Dunia pendidikan bertaburan guru mbeling. Dari merekalah kini kita bisa beroleh inspirasi serta terobosan-terobosan pembelajaran. Cara didik Anne Sullivan terhadap Helen Keller adalah salah satu contohnya. Kembelingan Anne Sullivan tidak hanya menyelamatkan Helen Keller. Mereka melahirkan metode pembelajaran yang mencerahkan nasib berjuta anak buta dan tuli.

Guru Erin Gruwell pada film Freedom Writers adalah contoh lain guru mbeling. Sikapnya yang pantang menyerah terhadap kelasnya yang urakan dan mencekam, serta pesimisme rekan guru di sekolahnya, membuat tubuhnya dilimpahi adrenalin. Ekspresi mbelingnya mewujud dalam keberanian menentukan formasi tempat duduk para muridnya, membuat dinamika kelompok untuk mencairkan ketegangan, juga kreativitasnya menuntun para murid untuk mencairkan beban hidup lewat penulisan buku harian. Buah laku mbeling Erin Gruwel adalah solidaritas dan gairah belajar para muridnya.

Ada juga Mr Sosaku Kobayashi, kepala sekolah Tomoe Gakuen tempat Totto-chan belajar (pada novel Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela). Sikap mbelingnya menciptakan kesempatan belajar bagi banyak anak ”aneh” yang karena ”keanehannya” tak punya tempat belajar di sekolah ”normal”. Keberanian Mr Kobayashi meramu model pembelajaran yang tidak biasa pada masa itu adalah ekspresi sikap mbelingnya yang nyata. Di Indonesia, pendidik mbeling pernah hadir pada sosok Romo Mangun dengan SD Mangunannya itu.

Konteks Kurikulum 2013

Guru mbeling nan unik lainnya adalah Wei Minzhi pada film Not One Less. Ia guru pocokan. Usianya 13 tahun. Guru Wei akhirnya mbeling karena harus mencari Zhang Huike, murid bengal yang terpaksa harus ke kota demi mencari uang untuk pengobatan ibunya. Seperti digagas Emmanuel Levinas, perlahan, tahap demi tahap, nurani guru Wei terkoyak oleh paparan duka muridnya. Koyakan nurani yang serentak menuntut tanggung jawab moral itulah yang menjadikan guru Wei mbeling.

Opini mengenai Kurikulum 2013 yang telah banyak dibahas di Kompas mestinya memancing sikap mbeling para guru di negeri ini. Sejumlah alasan mestinya mengoyak nurani pendidik dan serentak merasa dituntut ikut bertanggung jawab. Sebutlah, misalnya, analisis Kurikulum 2013 yang absurd, tidak menampung keinginan tahu, pembentukan sikap kritis, pendangkalan materi, kelemahan pembelajaran bahasa, hingga kurang matangnya program pelatihan (Kompas 22/2; 24/3).

Memang tidak mudah membuat kurikulum yang sempurna. Karena itu, seperti kata Anita Lie (26/2), hendaklah guru sadar bahwa ia harus menjadi sopir yang baik saat mengemudikan Kurikulum 2013 kelak. Hanya sopir yang baik yang dapat membawa penumpang (baca: murid) sampai di tempat yang benar dengan selamat.

Sesungguhnya guru yang berperan sebagai sopir yang baik bagi kurikulum yang masih ditemukan banyak kelemahan meniscayakan keberanian, kecerdasan, tanggung jawab moral, bahkan kepiawaian mengemudikan dengan cara-cara yang tidak biasa. Itu artinya, demi suksesnya Kurikulum 2013 guru negeri ini wajib mbeling.

Beranikah para guru kita bersikap mbeling dalam mengemudikan Kurikulum 2013? Improvisasi dan ragam pembelajaran mbeling sering kali tak mudah dilakukan di negeri ini. Salah satu hadangan berat adalah ketika pada akhirnya harus menjalani perhelatan ujian nasional. Pembelajaran mbeling, meski demi kepentingan anak didik, akhirnya menjadi pertaruhan.

Masih berani menjadi guru mbeling?


SIDHARTA SUSILA Pendidik: Tinggal di Muntilan, Magelang
sumber : kompas.com
read more

Berharap Loyang Jadi Emas



Di sekolah gratis yang kami kelola, TK-SD Batutis Al-Ilmi Bekasi, kurikulum diberikan secara individual, bukan massal, dan tidak disakral-sakralkan.

Seperti di Finlandia, negara dengan sistem pendidikan terbaik saat ini, para guru membuat kurikulum berdasarkan kebutuhan tiap siswa. Untuk itu, mereka harus memahami tahap perkembangan (piaget), kecerdasan jamak (gardner), cara kerja otak (medina) dan gen (ridley/murakami), serta domain kurikuler.

Pembelajaran diselenggarakan dengan Metode Sentra dari AS yang diadopsi oleh Wismiarti Tamin di Sekolah Al-Falah, Jakarta Timur, tahun 1996. Kurikulum mengalir fleksibel, berpusat kepada siswa, dikemas secara tematik-integratif-eksploratif, dan membangun rasa bahagia. Tujuannya: membangun insan kamil yang cinta belajar.

Program gagal

Tulisan Mendikbud Mohammad Nuh, ”Kurikulum 2013” (Kompas, 7/3), dengan semangat ”pokoknya Kurikulum 2013 harus jalan”, selain defensif, juga terlalu normatif dan simplistis karena mengabaikan proses pelaksanaan di lapangan.

Mendikbud juga menegaskan, Kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar ”...kajian KBK 2004 dan KTSP 2006” yang merupakan program gagal, tetapi tetap dijadikan landasan menjawab ”tantangan abad ke-21 serta penyiapan Generasi 2045”.

Kurikulum 2013 adalah proyek yang anggarannya membengkak dari rencana awal, menjadi Rp 2,49 triliun. Konon, untuk biaya pelatihan 1,1 juta guru Rp 1,09 triliun dan pengadaan 72,8 juta eksemplar buku Rp 1,3 triliun. Siapa bisa menjamin itu tidak dikorupsi, misalnya, untuk dana politik 2014?

Kenyataannya, di sekolah-sekolah tertentu pelaksanaan dirancang dengan pendampingan berjenjang yang persiapan teknis dan sumber daya manusianya begitu rumit sehingga saat ini belum ada langkah nyatanya.

Proses sosialisasi pun belum dilaksanakan secara nasional sehingga para guru masih melongo tak paham. Padahal, tahun ajaran baru tinggal beberapa bulan lagi.

Dengan kata lain, jika proyek yang mahal dan gaduh itu gagal, harap dimaklumi saja.

Tantangan masa depan

Tantangan abad ke-21 dan generasi 2045 (menandai 100 tahun Proklamasi Kemerdekaan) adalah membangun manusia bebas yang berkeahlian sesuai minat dan kemampuan individual (era intelegensia). Jadi, proses pendidikan seharusnya tidak lagi totaliter seperti awal abad ke-19 (memenuhi kehendak politik para diktator), robotik (memenuhi kehendak para industrialis), dan kolonialistik/kleristik (memenuhi kehendak para penjajah dan melahirkan mental pegawai).

Pendidikan menuju masa depan adalah pendidikan yang membebaskan, membuka pintu bagi anak didik agar bisa mewujudkan cita-cita sesuai minat dan bakat masing-masing. Mereka akan menjadi pribadi mandiri yang siap saling berkolaborasi.

Kata kuncinya adalah kurikulum harus bisa menjawab secara konkret-operasional problematik yang disebutkan Mendikbud dalam tulisannya, ”...para peserta didik SD belum terlatih berpikir abstrak”. Siapa yang harus membangun kemampuan berpikir abstrak anak-anak SD itu?

Benar, untuk itu, ”peran bahasa menjadi dominan”. Namun, memangnya penguasaan, pemakaian, dan pola pengajaran bahasa Indonesia di republik ini sudah baik dan benar, khususnya kalangan pendidik dan pemimpin?

Di semua akademi seni rupa, setiap calon pelukis harus mengawali proses pembelajaran dengan penguasaan teknis anatomis/realis. Para maestro abstrak, seperti Affandi, Fadjar Sidik, Widajat, Picasso, dan Piet Mondriaan melewati proses realismenya dengan sangat cantik.

Menurut teori tahap perkembangan dan cara kerja otak, kemampuan berpikir abstrak hanya bisa dibangun dengan basis pemahaman konkret. Pemahaman konkret yang lemah mengakibatkan pemahaman abstrak lemah. Ini penyakit kronis bangsa kita sehingga semua aturan dilanggar dan korupsi merajalela!

Solusi pembangunan fondasi yang kokoh pada setiap anak adalah peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini! Itu sebabnya, usia 0-7 tahun disebut golden age. Pada masa itu kemampuan berpikir konkret dibangun melalui pembelajaran secara konkret. Jika di TK pembangunan penalaran konkret sudah selesai, di SD dan jenjang selanjutnya anak sudah siap dengan penalaran abstrak!

Jika anak sudah siap dengan pemikiran abstrak, dia siap menjadi manusia yang berpendidikan dan berkebudayaan.

Pendidikan usia dini

Presiden Amerika Serikat Barack Obama serius terhadap pendidikan anak usia dini. Untuk menciptakan ”generasi Apollo” baru, ia berjuang meloloskan anggaran 10 miliar dollar AS per tahun untuk peningkatan kualitas pendidikan anak usia 4 tahun. Ia, didukung kalangan bisnis Amerika, percaya pada analisis ekonom penerima Nobel, James J Heckman, yang menyatakan, investasi pendidikan anak usia dini lebih efektif dan ekonomis. Tanpa itu, perusahaan harus memberikan pelatihan lagi kepada para karyawan.

Di sini, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi terpaksa harus berencana meningkatkan kualitas 53,9 juta tenaga kerja yang mayoritas lulusan SD dengan anggaran Rp 10 triliun per tahun! Itu pula sebabnya, Pemerintah China menggenjot program peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.

Kurikulum 2013 sama sekali tidak menyentuh pendidikan anak usia dini (PAUD) yang begitu strategis dan fundamental. Padahal, saat ini setiap tahun sekitar 20 juta anak Indonesia tidak bisa ikut PAUD karena kemiskinan dan kelangkaan fasilitas. Dengan anggaran Rp 2,3 triliun, kita hanya akan menciptakan generasi loyang yang tidak akan bisa jadi emas tanpa peningkatan kualitas PAUD!


Yudhistira ANM Massardi Praktisi Pendidikan
sumber : kompas.com
read more

Berhaji dan berumrah berulang kali pengabdi setan



Tidak hanya pindah ke pusat-pusat belanja, kalangan atas gandrung berumrah saat Ramadan hingga tembus Lebaran, meski ibadah itu sudah berkali-kali dilakoni. Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta, Ali Mustafa Yaqub, Nabi Muhammad tidak pernah mencontohkan hal itu. Dia menegaskan bolak balik berhaji dan berumrah adalah salah satu produk konsumerisme berbungkus ibadah.

Berikut penuturan Ali Mustafa Yaqub saat ditemui Islahuddin dari merdeka.com di rumahnya, belakang Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Kamis (16/8) siang.

Apa masjid kalah bersaing dengan mal di Jakarta?

Saya tidak mengenal kata bersaing. Yang jelas, mal berhasil menyedot jamaah banyak ke masjid menjadi banyak ke mal. Apalagi mal ada di depan masjid, sekalian. Ini bukan karena malnya. Ini karena faktor konsumtif. Perilaku itu membuat orang lebih banyak ke mal ketimbang ke masjid.

Bagi sosiolog, perubahan perilaku ini sangat menarik untuk diteliti. Lebih parah lagi, konsumerisme itu ada yang dibungkus dalam bentuk ibadah. Misal bentuknya umrah saat Ramadan. Pada 2009, ada 3,6 juta orang umrah ke Makkah. Sekarang mungkin sekitar empat juta orang. Dari jumlah itu, kalau per orang dikenai biaya dua ribu dolar, jumlah uangnya ada delapan miliar.

Jumlah itu terbuang hanya untuk hal-hal tidak wajib dan itu tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah. Kalau itu itu wajib mungkin wajar, demikian juga kalau pernah dicontohkan oleh Rasullah, itu tidak masalah. Rasulullah saja tidak pernah mencontohkan pergi umrah saat Ramadan. Saya juga tidak tahu bagaimana pergeseran yang mulanya infak itu hingga menjadi umrah saat Ramadan.

Sekarang banyak masjid membuat brosur Ramadan memasukkan umrah itu sebagai amal ibadah Ramadan. Padahal umrah itu tidak ada kaitannya dengan Ramadan. Di luar Ramadan boleh seperti itu. Tapi memasukkan umrah sebagai amaliyah Ramadan itu sudah punya tujuan lain. Mungkin saja pengurus masjid ingin menjaring jamaah agar dia bisa gratis ke sana. Ini bergesernya pelan-pelan, tidak terasa.

Seperti apa peran ulama dalam hal ini?

Ulama saja jadi korban konsumerisme karena ulamanya tidak mau mempelajari hadis, bagaimana perilaku Rasulullah pada Ramadan. Maka yang penting senang pergi ke Makkah. Bagaimana tidak senang, dia dan istrinya bisa gratis kalau dapat jamaah banyak. Bagaimana tidak senang seperti itu. Maka jamaahnya dirayu untuk pergi umrah saat Ramadan.

Bagaimana dengan teladan dari ulama?

Siapa diteladani kalau dia tidak pernah membaca hadis perilaku nabi. Tidak pernah baca hadis dan syirah. Itulah kendalanya dan akhirnya dia menjadi korban konsumerisme, bahkan ikut terlibat membikin konsumerisme.

Apakah ada pihak membahas hal ini setiap selesai Ramadan?

Setahu saya tidak pernah ada. Siapa mau mengevaluasi. Saya yakin tidak ada. Yang bicara seperti ini juga tidak ada selain saya. Saya punya keinginan kita kembali mengikuti perilaku nabi patut kita contoh. Bagaimana beribadah saat Ramadan, bukan mengumbar nafsu seperti itu. Selain itu agar infaknya lebih digalakkan saat Ramadan. Di bulan lain beliau dermawan, bahkan dilukiskan kedermawanan beliau saat Ramadan itu seperti angin kencang. Kalau sekarang tidak, umat muslim lebih senang umrah saat Ramadan.

Mungkin yang umrah saat Ramadan itu merasa tenang batinnya?

Bukan ketenangan batin, tapi kesenangan batin. Kalau ketenangan bisa dengan qiyamul lail di Masjid Istiqlal di malam-malam sepuluh hari terakhir Ramadan. Coba Anda baca Republika kemarin ada orang-orang mengikuti kegiatan itu dan mendapatkan ketenangan. Bukan malah ke Makkah. Itu tidak mendapatkan ketenangan, tapi kesenangan.

Makanya diperlukan sekarang adalah ulama-ulama bisa memberikan keteladanan. Dari mana sumber keteladanan itu, ya mengikuti perilaku Rasulullah. Kalau sekarang mengikuti perilaku nafsu dan itu ironis sekali di bulan Ramadan. Mestinya mengekang nafsu, malah mengumbar nafsu.

Saat saya berkunjung ke masjid Sunda Kelapa pada Ramadan, ada orang mendekati saya dan bilang, "Pak Ustad, saya baru pulang dari Makkah." Saya langsung balas, "Saya tidak tanya." Dikira ke Makkah saat Ramadan itu bagus. Kalau itu bagus, Rasulullah akan mencontohkan itu. Bila perlu setiap hari akan umrah, bila itu bagus. Yang dicontohkan Rasul justru berinfak sebanyak-banyaknya. Hingga kemudian infak itu dibelokkan ke perilaku konsumtif. Akhirnya yang menonjol konsumtifnya, bukan infaknya.

Menurunnya kedermawanan ini apa juga dipengaruhi oleh turunnya ekonomi negara?

Kalau itu dijadikan parameter mungkin orang tidak akan berbondong-bondong umrah. Anda coba tanya ke Kedutaan Besar Arab Saudi yang umrah dari Indonesia saat Ramadan berapa orang? Kedutaan Arab Saudi mengeluarkan visa pasti sebelum Ramadan. Kalau di luar Ramadan saya pernah diberitahu rata-rata 7.500 orang. Itu dari jumlah stempel paspor umrah diberikan

Kalau faktor ekonomi masalahnya, tentu tidak banyak yang pergi umrah. Ini faktor konsumerisme dibungkus dengan ibadah.

Kenapa itu jarang terdengar?

Saya kadang banyak mengecam. Saya menulis buku Haji Pengabdi Setan, maksudnya untuk orang berhaji ulang. Itu niatnya ikut siapa, sementara kondisi negara masih terpuruk. Indonesia kalau mengikuti indikator PBB, masih ada 117 juta orang miskin. Nabi berkata, "Tidak beriman orang pada malam perutnya kenyang, sedangkan tetangganya kelaparan." Berapa juta orang Indonesia masih kelaparan.

Saya tanyakan kepada ustad-ustad yang merekomendasikan haji ulang atau umrah itu. Tidak bisa menjawab, malah dia larut dalam arus konsumerisme itu. Melihat hal ini, perlu ada revolusi moral. Saya kadang merasa sendirian dalam memberitahukan hal ini. Saya sering mengatakan berhaji ulang itu rugi. Saya katakan itu dilawan banyak kalangan dan bilang, "Berhaji kok rugi."

Coba bandingkan biayanya itu untuk infak sebanyak-banyaknya. Padahal nanti itu jelas ganjarannya, surga bersama nabi. Kita menyantuni anak yatim, jaminannya surga bersama nabi dalam satu kompleks. Coba berhaji, itu kalau mabrur. Itu pun surganya kelas dek, kelas ekonomi.

Ini lebih kepada yang berhaji ulang. Menurut saya, itu bermasalah, sementara kewajibannya masih banyak. Kewajiban itu tidak hanya ibadah, kewajiban sosial juga banyak sekali. Tapi pura-pura buta saja.

Siapa yang diikuti untuk berhaji ulang. Mana ada ayat Alquran dan hadis menyuruh berhaji ulang, sementara kewajiban sosial lain masih banyak. Mau mengikuti Rasulullah, sebutkan hadis yang menyatakan itu, tidak ada, maka kamu hanya mengikuti bisikan dan keinginan nafsu. Meski begitu masih banyak alasannya, ada yang bilang masih belum puas. Saya katakan, sejuta kali kamu berhaji, tetap kamu belum puas. Setan masuknya dari situ kok. Ada yang bilang masih belum sempurna, terus dan terus naik haji. Makanya itulah yang disebut sebagai haji pengabdi setan.

Mulanya mendengar itu, banyak yang menentang, tapi setelah membaca dan memahami yang saya maksud, banyak juga yang mendukung. Opini itu pertama kali saya tulis di Majalah Gatra. Ada Kiai dari Jawa Timur dikasih orang untuk membaca itu dan berkomentar, "Ini apa-apaan, haji penyembah setan." Sama orang yang memberi opini itu disuruh baca buku saya tentang hal itu, dia bilang, "Pak Kiai, komentarnya nanti saja setelah baca buku ini." Setalah baca buku itu, dia langsung bilang, "Ini yang saya cari, ayo disalin seratus, bagi ke ulama-ulama Jawa Timur."

Ini saya amati tidak hanya terjadi di Indonesia, juga di seluruh negara yang ada penduduk muslimnya. Di Amerika juga begitu. Pada 2007 saya di Amerika, acara televisi di sana penuh iklan umrah dan haji, bahkan ada koran khusus iklan dibagikan gratis. Koran itu isinya penuh iklan, terutama iklan haji dan umrah. Itulah yang yang diteliti Walter Armbrust, hal itu terjadi bukan hanya di negara-negara Islam, tapi di negara-negara yang ada orang Islamnya. Itu gencar sekali.

Mestinya masjid juga menjadi sumber kesejahteraan bagi orang miskin?

Mungkin itu ada, tapi jumlahnya sangat sedikit. Paling diberi makan sahur dan berbuka, itu sedikit. Tapi untuk menuntaskan kemiskinan mereka tidak ada program seperti itu.
sumber : merdeka.com
read more

DREAM DICTIONARY part 9 end



37. Simbol Sudut Rumah.
37. Symbol Corner House.


“Dene upami ngimpi pojokanipun griya punika alamatipun badhe pinaringan lare, ingkang kaprah punika lare estri”.


Apabila bermimpi pojokan rumah itu firasatnya akan dikaruniai anak, biasanya adalah anak perempuan.

If the corner of the house was his premonition dream will be blessed with children, usually a daughter.


“Upami anggenipun nambahi pojokanipun punika sae sanget tur kiyat, alamatipun lare estri punika inggih ayu sanget tur ngabekti sanget”.

Apabila dalam menambahkan pojokan rumah itu baik dan kuat, itu firasatnya berarti anak perempuan itu cantik sekali dan sangat berbakti.

If in the corner of the house was added good and strong hunch that means girls were so beautiful and very devoted.


38. Simbol Jembatan.
38. Symbol Bridge.


“Kreteg punika satunggiling bekakas ingkang ndadosaken wilujeng tiyang ingkang lumampah, inggih punika nedahaken damel sae dhateng tiyang”.


Jembatan itu salah satu alat yang membuat selamat bagi orang yang berjalan, yaitu menandakan perbuatan baik kepada orang.

The bridge was one of the tools to make safe for people to walk, which signifies good deeds to the people.


“Sinten-sinten tiyang mowot ing kreteg, punika alamatipun badhe manggih kabingahan”.

Jika ada orang yang bermimpi berjalan diatas jembatan, itu firasatnya akan mendapatkan kebahagiaan.

If anyone has dreamed of walking on the bridge, it will get a gut feeling of happiness.


39. Simbol Pakaian.
39. Symbols Clothing.


“Sedaya tiyang jaler estri punika remen sanget dhateng sandhangan, jalaran kangge pepaesipung tiyang gesang, inggih punika nedahaken lelampahan sae”.


Semua laki-laki dan perempuan menyukai sekali pada pakaian, karena digunakan sebagai perhiasan manusia yang hidup, yaitu menandakan perbuatan yang baik.

All men and women like all the clothes, because it is used as an ornament of human life, which indicates a good deed.


“Menawi wonten tiyang ngimpi ngangge sandhangan kadamel saking kapuk, punika alamatipun inggih kabingahan”

Jika ada orang yang bermimpi menggunakan pakaian dari bahan kapuk, itu firasatnya akan mendapatkan kebahagiaan.

If there are people who dream of wearing clothes made ​​from cotton, it will get a gut feeling of happiness.


40. Simbol Rias Wanita dan Uang.
40. Symbols Makeup Women and Money.


“Tiyang wonten ing ngalam donya punika mila katingal sae utawi ayu, punika lantaran ngangge sandhangan lan pepaes kados gelang, kalung lan sanesipun, punika nedahaken warni-warning tingkah sae”.


Manusia yang ada di dunia ini ingin terlihat baik atau cantik, itu karena menggunakan pakaian dan perhiasan seperti gelang, kalung dll, itu menandakan beragamnya perbuatan yang baik.

People there are in this world wants to look good or pretty, it's because it uses clothing and jewelry such as bracelets, necklaces, etc., it denotes various good deeds.


“Menawi wonten tiyang ngimpi nyepeng mutyara, punika alamatipun badhe angsal bojo ingkang ayu sanget”.


Jika ada orang yang bermimpi memegang mutiara, itu firasatnya akan mendapatkan jodoh wanita yang sangat cantik.

If there are people who dream of holding a pearl, it will get a mate hunch very beautiful woman.


“Menawi wonten tiyang ngimpi medal mutyara saking cangkemipun, punika alamatipun tiyang punika ahli mituturi perkawis kasaenan”.

Jika ada orang yang bermimpi mengeluarkan mutiara dari mulutnya, itu firasatnya pertanda orang tersebut ahli memberi nasehat tentang kebaikan.

If there are people who dream pearl issued from his mouth, it's a sign of the person's hunch expert advise on the good.
 
41. Simbol Senjata.
41. Symbols Weapons.


Senjata digunakan manusia untuk membela diri dan sebagai simbol untuk pangkat dan kekuasaan, berikut pengertian senjata dalam mimpi :

Weapons used by humans for self-defense and as a symbol for power and authority, the following definition of weapons in a dream:


“Gaman punika satunggiling bekakas ingkang maedahi lan nulungi dhateng manusa…. dados nedahaken pangkat, kamulyan lan kamashuran”.


Senjata itu salah satu alat yang berguna dan menolong manusia. Jadi menandakan pangkat, kemuliaan, dan kemashuran.

The weapon was a useful tool and help people. So signify rank, glory, and fame.


“Manawi wonten tiyang ngimpi nyepeng tumbak, pedhang lan sanesipun punika alamatipun badhe pinaringan pangkat ingkang luhur”.


Jika ada orang yang bermimpi memegang tombak, pedang, dan lain-lain itu berarti akan mendapatkan pangkat yang luhur.

If anyone has dreamed of holding spears, swords, and other means that will get the rank of a noble.


“Manawi wonten tiyang ngimpi ndekek pedhang ing wrangkanipun, punika alamatipun badhe pinaringan lare jaler”.

Jika ada yang bermimpi memasukkan pedang ke dalam tempatnya, itu berarti akan mendapat anak laki-laki.

If there are dreams put the sword into its place, it means it will get a kid.


42. Simbol Lain-lain.
42. Other symbols.

“Wonten malih wadah ingkang kadamel saking beling, kados piring gelas lan sanesipun, punika alamatipun badhe bojo”.


Ada lagi tempat yang terbuat dari kaca, seperti piring gelas dll, itu firasatnya akan mendapatkan jodoh.

There is another place that is made of glass, such as plates, cups, etc., that hunch would get a mate.
“Menawi ngimpi piyambakipun dados tukang tukar yatra, alamatipun piyambakipun nggadhahi ilmu ingkang munpangati”.


Jika ada orang yang bermimpi dirinya menjadi penukar uang, itu firasatnya akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

If anyone has dreamed himself into money changers, that hunch will get useful knowledge.


“Menawi ngimpi piyambakipun dados tukang batu, punika alamatipun sae sanget, inggih punika lelampahanipun ingkang duraha dipun mareni lan anggenipun nglampahi agami ingkang mantep sanget”.

Jika ada orang yang bermimpi dirinya menjadi tukang batu, itu firasatnya baik sekali, yaitu perbuatannya yang durhaka telah di tinggalkan dan dalam menjalani agamanya sudah sangat mantab sekali.

If anyone has dreamed himself into a mason, it was his gut feeling well, that ungodly deeds which had been left behind and in living their religion has been very good.





read more

DREAM DICTIONARY part 8



33. Simbol Kapal atau Perahu.

33. Symbols ships or boats.

Kapal merupakan alat transportasi yang dapat mengantarkan manusia dari suatu tempat ke suatu tempat yang lain yang berada di atas air, berikut pengertian simbol kapal dalam mimpi :

The ship is a means of transport that can deliver people from somewhere to somewhere else that is in the water, following the ship symbol meaning in dreams:


“Baita punika satunggaling tumpangan ingkang ngremeni lan wilujengi tumrap manusa, nanging manawi ngambah ing toya punika nedahaken dados wilujeng”.


Kapal/prahu itu salah satu kendaraan yang menyenangkan dan menyelamatkan untuk manusia, jika ingin melewati air, jadi dapat memberikan keselamatan.

Ship / boat it an enjoyable one vehicle and rescue for man, if you want to pass through water, so it can provide safety.


‘Sinten-sinten tiyang ngimpi numpak baita ing seganten, punika alamatipun badhe dados pangkat lan sanesipun”.


Jika ada orang yang bermimpi menaiki kapal/prahu di laut, maka akan mendapatkan pangkat dll.

If there are people who dreamed up the ship / boat in the ocean, it will get the rank etc..
“Menawi wonten tiyang ngimpi medal saking baita, punika alamatipun badhe manggih kabingahan namung sakedhap sanget”.


Jika ada orang yang bermimpi keluar dari kapal/prahu, itu artinya akan mendapatkan kebahagiaan namun hanya sebentar.

If there are people who dream out of the ship / boat, it means it will get happiness, but only briefly.


“Menawi wonten tiyang ngimpi sumerep baita (mathuk) dhateng tiyang ingkang ngimpi, punika alamatipun badhe manggih kabingahan sasampinipun sisah”.

Jika ada orang yang bermimpi melihat ada kapal yang mendatangi kepada orang yang bermimpi, itu firasatnya akan mendapatkan kebahagiaan setelah susah.

If there are people who dream of seeing a ship that went to the person who dreamed it would get a gut feeling of happiness after trouble.


34. Simbol Batu Bata.

34. Bricks symbol.

Batu bata merupakan perkakas yang digunakan manusia untuk membuat rumah. Batu bata pun diambil menjadi simbol dalam mimpi seperti terdapat dalam pengertian dibawah ini :

The bricks are tools used by humans to make it home. The bricks were taken to be a symbol of the dream as contained in the following sense:
“Banon punika satunggaling bekakas ingkang maedahi, inggih punika kangge dedamelan, kados tembok lan sanesipun”.


Batu bata itu salah satu perkakas yang berguna yaitu untuk membuat pekerjaan seperti membuat tembok dan yang lainnya.

Brick one useful tool is to make the job as making walls and others
“Sinten-sinten tiyang ngimpi damel banon punika alamatipun badhe sugih yatra lan pinaringan sarasipun badan, jalaran banon punika nedahaken munpangating manusa”.


Orang yang bermimpi membuat batu bata itu artinya akan kaya harta dan sehatnya badan, karena batu bata itu berguna bagi manusia.

People who dream of making bricks it means to be rich treasures and healthy body, because the brick is useful for humans.

“Menawi wonten tiyang ngimpi tembokipun runtuh satunggal banonipun, punika alamatipun ing salebeting ing griya punika badhe pejah”.


Jika ada orang yang bermimpi temboknya runtuh satu batu batanya, itu firasatnya penghuni rumah tersebut akan ada yang meninggal dunia.

If there are people who dream of a brick wall collapsed, it was his gut feeling is there will be residents who died.


“Menawi wonten tiyang ngimpi damel banon, sasampunipun lajeng dipun buceli, punika alamatipun ngupados pangupajiwa gampil, nanging boten saged kempal lan boten wonten buktinipun”.

Jika ada orang yang bermimpi membuat batu bata, lalu dihancurkan, itu firasatnya dalam mencari rezeki/pekerjaan/ penghidupan mudah sekali, namun tidak dapat terkumpul dan tidak ada buktinya.

If there are people who dream of making bricks, and then destroyed, it was his gut feeling in search of sustenance / work / life easy, but can not be collected and there is no proof.


35. Simbol Rumah.
35. Symbol house.


“Griya punika satunggiling panggenan ingkang dipen remeni manusa, punika alamatipun dados nedahaken kabingahan lan karemenan”.


Rumah itu salah satu tempat yang disenengi manusia, yaitu mempunyai firasat menunjukkan kesenangan dan kesukaan.

The house was one of the favored men, the have a hunch suggests pleasure and delight.

“Menawi wonten tiyang ngimpi sumerep griya sae lan jembar, nanging pratela ing panggenanipun, punika alamatipun badhe manggih kasugihan tur pangkat inggil lan pinaringan gampil ngupados pangupajiwanipun”.

Jika ada orang yang bermimpi melihat rumah yang bagus dan luas, atau kita telah mengenali tempat tersebut, itu firasatnya akan mendapatkan kekayaan serta kedudukan/pangkat yang tinggi dan diberi kelancaran dalam mendapatkan pizeki/pekerjaan/penghidupan.

If there are people who dream of seeing a nice and spacious house, or we have to recognize the place, it was his gut feeling will acquire wealth and position / rank high and smooth in getting  jobs / livelihood.


36. Simbol Tangga.
36. Symbol Stairs.


Tangga merupakan alat yang digunakan manusia untuk menaiki sesuatu, demikian juga terdapat pergertian dalam mimpi yaitu :

Stairs is a tool used by humans to climb something, so there is sense in the dream, namely:


“Andha punika satunggaling bekakas ingkang pirantos kangge minggah manginggil, inggih punika dados nedahaken utawi agami leres”.


Tangga itu salah satu perkakas yang digunakan untuk naik ke tempat yang lebih tinggi, itu artinya memberikan pangkat atau agama yang benar.

Stairs was one tool used to rise to a higher level, it means giving the power or the right religion.

“Manawi wonten tiyang minggah ngangge andha ngantos dumugi ing langit, punika alamatipun nglampahi agami ingkang leres ngantos dumugi pejahipun”.


Jika ada orang yang bermimpi naik menggunakan tangga ke langit, itu artinya akan menjalani agama yang baik hingga meninggal.

If there are people who dreamed up the stairs into the sky, it means it will undergo a good religion to death.


“Manawi wonten tiyang ngimpi menek andha nanging kraos ajrih lan boten saged dumugi, punika alamatipun badhe pinaringan sugih boten temahan, utawi terkadang manggih kasisahan”.

Jika ada orang yang bermimpi naik tangga namun terasa takut dan tak sampai, itu artinya akan kaya namun tak terjadi.

If there are people who dreamed up the stairs but was scared and did not get, that means rich but will not happen.
next dream...




read more