Ads 468x60px

Wednesday, December 31, 2014

Wiro Sableng #104 : Peri Angsa Putih

Wiro Sableng #104 : Peri Angsa Putih Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM

Sinopsis :HANTU TANGAN EMPAT PANDANGI WAJAH PERI ANGSA PUTIH SESAAT LALU BERKATA. "ADALAH ANEH! WAHAI! BIASANYA PARA PERI YANG DATANG MEMBAWA BERKAH. KINI JUSTRU ENGKAU SEBAGAI PERI YANG MEMOHON BERKAH PADA KAKEK JELEK DAN TOLOL SEPERTI DIRIKU INI!" "KEK, JANGAN KAU MERENDAH SEPERTI ITU. KALAU AKU TIDAK YAKIN KAU BISA MENOLONG TIDAK NANTI AKU DATANG KEMARI...." "BAIKLAH WAHAI CUCUKU. KATAKAN BERKAH PERTOLONGAN APA YANG HENDAK KAU MINTAKAN PADAKU?" PERI ANGSA PUTIH BUKA GULUNGAN PAKAIAN PUTIHNYA DI SEBELAH PINGGANG DI MANA WIRO DAN KAWAN-KAWANNYA BERADA. KETIGA ORANG INI KEMUDIAN DILETAKKANNYA DI ATAS RUMPUT BIRU, DI DEPAN BATU DATAR DI HADAPAN SI KAKEK. HANTU TANGAN EMPAT SAMPAI MELESAT SATU TOMBAK KE UDARA SAKING KAGETNYA MELIHAT KETIGA MAKHLUK KECIL DI ATAS RUMPUT ITU. DARI ATAS SAMBIL MEMANDANG KE BAWAH DIA BERKATA DENGAN SUARA GEMETAR. "WAHAI CUCUKU PERI ANGSA PUTIH. KATAMU KAU DATANG MEMINTA BERKAH PERTOLONGAN PADAKU. TAPI TAHUKAH ENGKAU BAHWA
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #104 : Peri Angsa Putih Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
read more

Bahan Baku Benang ( serat )

BAHAN BAKU BENANG (SERAT)


Pengertian Serat

Serat adalah suatu benda yang berbanding panjang diameternya sangat besar sekali. Serat merupakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan benang dan kain. Sebagai bahan baku dalam pembuatan benang dan pembuatan kain, serat memegang peranan penting, sebab :

· Sifat-sifat serat akan mempengaruhi sifat-sifat benang atau kain yang dihasilkan.

· Sifat-sifat serat akan mempengaruhi cara pengolahan benang atau kain baik pengolahan secara mekanik maupun pengolahan secara kimia.

Sejarah Perkembangan Serat

Serat dikenal orang sejak ribuan tahun sebelum Masehi seperti pada tahun 2.640 SM Negara Cina sudah menghasilkan serat sutera dan tahun 1.540 SM telah berdiri industri kapas di India, serat flax pertama digunakan di Swiss pada tahun 10.000 SM dan serat wol mulai digunakan orang di Mesopotamia pada tahun 3000 SM. Selama ribuan tahun serat flax, wol, sutera dan kapas melayani kebutuhan manusia paling banyak. Pada awal abad ke 20 mulai diperkenalkan serat buatan hingga sekarang bermacammacam jenis serat buatan diproduksi.

Produksi Serat

Produksi serat alam dari tahun ke tahun boleh dikatakan tetap, tetapi persentase terhadap seluruh produksi serat tekstil makin lama makin menurun mengingat kenaikan produksi serat-serat buatan yang makin tinggi.

Hal ini disebabkan karena :

· Tersedianya serat alam sangat terbatas pada lahan yang ada dan iklim.

· Pada umumnya sifat-sifat serat buatan lebih baik daripada serat alam.

· Produksi serat buatan dapat diatur baik jumlah, sifat, bentuk dan ukurannya.

Jenis-Jenis Serat
Serat Alam

Serat alam merupakan serat yang di produksi oleh alam seperti tumbuhan, hewan dan proses geologis. Ada beberapa serat alam, seperti berikut :

1. Serat Kapas

Kapas adalah tumbuhan tahunan yang berasal dari tanaman subtropis. Diperkirakan bahwa kapas sudah dipakai sebagai pengganti bahan tekstil di India, Cina dan Peru pada sekitar tahun-tahun 2000-5000 SM. Produksi kapas kemudian meluas ke Eropa melalui India, Mesir dan Spanyol. Mula-mula di India, Tumbuh pohon-pohon secara liar yang berbuah seperti wol dengan keindahan dan mutu yang melebihi wol dari domba. Di pertengahan abad XVIII, wol dan kain linen lebih banyak digunakan daripada kapas. Pemakaian kapas meningkat setelah terjadi Revolusi Industri, yaitu mulai ditemukannya mesin-mesin antara lain adalah mesin pemisah biji kapas (cotton gin). Kemudian kapas menempati tempat pertama dalam urutan sebagai bahan pakaian. Bahkan ketika distribusi pemakain relatif menurun, kapas masih berperan utama sebagai bahan tekstil baik untuk kerajinan maupun sandang. Di abad XX ini penghasil kapas nomor satu adalah Amerika Serikat yang kemudian diikuti oleh negara-negara penghasil kapas lainnya, seperti: Cina, India, Pakistan, Brasil, Turki, Mesir, Meksiko, Sudan dan beberapa negara lain yang ratarata mempunyai hasil sejuta bal setiap tahunnya.

2. Serat Yute

Serat yang didapat dari kulit batang tanaman Corchorus capsularis dan Corchorus olitorius. Dikenal sejak zaman Mesir Kuno. Diperkirakan yute berasal dari daerah sekitar Laut Tengah dan kemudian banyak ditanam di Asia, terutama di India dan Pakistan. Serat yute mempunyai kekuatan dan kilau sedang tetapi serat kasar. Digunakan sebagai bahan pembungkus dan karung, di Industri dipakai sebagai pelapis permadani, isolasi listrik, dan tali temali.

3. Serat Rami

Serat yang diperoleh dari batang tanaman Boehmeria nivea, sejarah awal mula rami diketahui melalui tulisan tua dari tahun 600 SM di daerah Cina. Sementara berdasarkan penelitian para ahli dikatakan bahwa beberapa pembungkus mumi dari tahun 5000–3300 SM sudah menggunakan serat rami. Serat rami berwarna sangat putih, berkilau dan tidak berubah warnanya karena sinar matahari, serat ini sangat tahan terhadap bakteri dan jamur.

Dimanfaatkan sebagai bahan jala, kanvas dan tali temali. Di Jepang Serat ini dipakai sebagai benang tenunan, kimono dan kemeja. Sangat baik digunakan sebagai bahan kerajinan dengan tenunan ATBM dan dikombinasi sulaman.

4. Serat Flax/Linen

Serat ini diambil dari batang Linum usitatissimum. Produksi flax pertamatama dilakukan oleh Mesir. Benang dan kain yang dibuat dari serat flax lebih dikenal dengan nama linen. Tanaman flax adalah salah satu tanaman yang pertama dalam peradaban manusia dan telah ditanam lebih dari 6000 tahun yang lalu di Timur Tengah. Kekuatan serat flax dua kali lipat dari pada serat kapas, kilapnya baik tetapi kaku. Serat flax terutama digunakan untuk bahan pakaian dan di Industri digunakan untuk benang jahit dan jala.

5. Serat Henep

Serat yang diperoleh dari batang tanaman Cannabis sativa. Diperkirakan telah digunakan semenjak zaman pra sejarah di Asia dan Timur Tengah. Daya tarik dan kekuatannya cukup tinggi dan dimanfaatkan sebagai tali pancing, benang jahit, tali temali, tali pengepakan dan kanvas.

6. Rosella (java yute)

Serat yang diperoleh dari tanaman Hisbiscus sabdariffa. Terutama ditanam di Indonesia (Jawa Tengah dan Jawa Timur). Selain di Indonesia serat Rosela juga ditanam di India, Bangladesh Ceylon, Filipina dan Hindia Barat (Soepriyono, dkk, 1974).

Serat Rosela yang baik warnanya krem sampai putih dan berkilau dengan kekuatan yang cukup baik. Serat Rosela banyak dipakai sebagai bahan pembuat kanvas, benang permadani, kain pelapis kursi. Saat ini kelopak bunga dari serat rosela banyak dimanfaatkan sebagai minuman dan obat alami.

7. Serat Pelepah Pisang

Serat yang diperoleh dari batang atau pelepah pisang Musa paradisiaca. Biasanya dipilih pisang batu yang mempunyai kekuatan tinggi dan kilau warna yang baik, panjang serat sampai 2 meter, proses pengerjaannya manual dan setelah ditenun bisa dibuat baju, selendang, tas, tempat vas, sandal dan lain sebagainya.

8. Serat Nenas

Diperoleh dari daun tanaman Agave sisalana, untuk memperoleh serat ini dengan cara dikerok daunnya, serat putih dan mempunyai kekuatan seperti sutera. Digunakan sebagai bahan sandang dan kerajinan.

9. Serat Lidah Mertua

Diperoleh dari serat daun jenis Sansivera trifasciata. Termasuk penemuan serat baru dan mempunyai warna putih, kilau dan kekuatannya seperti sutera. Banyak dimanfaatkan untuk bahan kerajinan dan sandang.

10. Serat Eceng Gondok

Serat yang diperoleh dari batang tanaman air enceng gondok (Eichhornia crassipes solms), yang diperoleh dengan cara tanaman enceng gondok dipotong 10 cm dari akar dan 10 cm dari daun. Serat berwarna coklat, kuat, tahan panas dan tahan cuci. dapat digunakan sebagai bahan baku kerajinan dan media batik.

11. Serat Sutera

Serat ini berbentuk filamen dan dihasilkan oleh larva ulat sutera waktu membentuk kepompong. Serat sutera adalah serat yang diperoleh dari sejenis serangga yang disebut lepidoptera. Serat sutera mempunyai sifat daya serapnya tinggi, kekuatanya tinggi, pegangannya lembut, tahan kusut dan kenampakannya mewah Pemanfaatannya telah dimulai sejak kira-kira 2600 tahun sebelum masehi di negara Cina. Di Jepang ulat-ulat sutera ini dipelihara oleh para petani di sekitar abad pertengahan. Kemudian dari dunia perdagangan lewat maritim sutera dibawa menyebar ke Asia dan Eropa, karena hasil dari sutera ini ternyata keuntungan yang cukup besar, selain itu dimanfaatkan untuk pakaian wanita, kaos kaki wanita, dasi dan lain sebagainya.

12. Serat Wol

Merupakan serat yang terpenting diantara serat-serat binatang, berasal dari bulu biri-biri, serat berbentuk stapel atau pendek. Wol berasal dari Asia Tengah kemudian tersebar ke Eropa Barat dan Cina Timur melalui Babilonia dan Roma. Wol sudah dikenal sejak masa sebelum masehi. Hal ini tertulis dalam kitab suci agama Kristen (Alkitab); baik yang berasal di zaman sebelum Kristus lahir (Perjanjian Lama), maupun yang berasal di zaman sesudah Kristus lahir (Perjanjian Baru). Demikian pula dalam dokumen kuno di Negeri Cina ditemukan sejumlah tradisi mengenai wol. Dari dua kenyataan di atas tampak bahwa peternakan-peternakan domba mempunyai sejarah yang panjang. Ada tiga macam domba untuk bahan tekstil yaitu merino, campuran/peranakan dan domba asli/dalam negeri. Merino menghasilkan wol halus dan di temui di Australia, Afrika Selatan, Amerika Serikat dan Uni Soviet yang memiliki dataran yang kering. Wol dari domba Merino adalah bahan untuk pakaian yang berbenang halus. Peranakan/campuran menghasilkan wol yang lebih kasar dari Merino dan digunkan untuk bahan tekstil berat, babut dan rajutan wol. Domba jenis ini dapat ditemui di Selandia Baru, Argentina dan Australia yang memiliki daerah bercurah hujan tinggi. Domba ini banyak diternak di Asia seperti Cina, Rusia dan Mongolia. Wol dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pakaian, baju hangat, selimut atau permadani, benang wol digunakan untuk karya kerjinan tenun,tapestri, rajut dan sebagainya.

Serat Sintetis (Buatan)

Serat sintetis merupkan serat buatan manusia, Serat sintetis diperoleh dengan mengolah bahan plastik. Bahan pakaian yang terbuat dari bahan serat sintetis diantaranya nilon dan poliester. Pakaian yang terbuat dari serat sintetis memiliki sifat, antara lain tidak mudah kusut, kuat, tetapi tidak nyaman dipakai dan tidak menyerap keringat. Selain itu, terdapat pula beberapa kain yang dilapisi damar sehingga kedap air. Kain-kain seperti ini digunakan sebagai bahan untuk membuat jas hujan, parasut, karpet, serta tenda. Adapun jenis-jenis dari serat sintesis, seperti berikut :

1. Rayon Asetat

Selulosa asetat dibuat oleh Schutsenberger pada tahun 1969, dengan memanaskan selulosa dengan asetat anhidrida dalam tabung tertutup. Kain yang dibuat biasanya untuk pakaian anak-anak karena sifatnya yang lembut.

2. Polyester

Termasuk di dalamnya trylene, dacron dan sejenisnya. Pertama-tama ditemukan tahun 1944. Awalnya adalah atas dasar penelitian Carothers di tahun 1941 kemudian serat polyester dikembangkan oleh J.B. Whinfield Dickson dari Calico Printers Associated. Pembuatan polyesther dibuat dari asam tereftalat dan etilena glicol, Dacron dibuat dari asamnya, sedangkan trylene dibuat dari dimetil ester asam tereftalat dengan etilena glicol. Etilena berasal dari penguraian minyak tanah yang dioksidasi dengan udara, menjadi etilenaoksida yang kemudian dihidroksi menjadi etilena glikol.

Serat ini digunakan untuk kebutuhan tekstil sandang, tirai, talitemali, jala, kain layar dan terpal. Dacron digunakan untuk pengisi bantal, boneka atau kerajinan lainnya.

3. Poliuretan (Spandek) dan Lycra

Serat spandek menyerupai karet, mempunyai sifat elastis yang baik, disebabkan oleh struktur kimianya. Lycra mempunyai kelebihan tahan terhadap zat kimia, minyak dan matahari, lycra dapat dicuci berulangulang dengan mesin cuci pada suhu 60°C, keuntungan yang lain lycra warnanya putih dan dapat dicelup (diwarna). Dapat digunakan untuk pakaian wanita, kaos tangan dan kaos kaki, ikat pinggang, baju senam dan sebagainya.

4. Nylon (Poliamida)

Pertama kali ditemukan oleh Wallace H. Carothers pada tahun 1928. Dari bahan heksametilena diamina dan asam adipat. Nylon mempunyai sifat elastisitas yang tinggi. Nylon 66, Nylon 610, Nylon 6 dan Nylon 7 berbeda-beda satu dengan yang lainnya karena mempunyai sifat dan manfaat yang berbeda. Serat poliamida ternyata cukup baik untuk dipergunakan sebagai tali parasut, tali-temali yang memerlukan kekuatan dan daya tarik yang tinggi, benang terpal, jala, tali pancing dan karpet, tekstil sandang dan keperluan rumah tangga.

5. Acrylic

Pembuatannya dimulai tahun 1934 dan baru diproduksi tahun 1944. Serat buatan ini dipergunakan untuk bahan tekstil sandang, kain rajut dan selimut. Benang acrylic sangat banyak fariasi dan warnanya, digunakan untuk bahan kerajinan renda,rajut, tenun dan sulam.(src)
read more

Tuesday, December 30, 2014

Persyaratan Benang

Persyaratan Benang

Benang dipergunakan sebagai bahan baku untuk membuat bermacam-macam jenis kain termasuk bahan pakaian, tali dan sebagainya. Supaya penggunaan pada proses selanjutnya tidak mengalami kesulitan, maka benang harus mempunyai persyaratan persyaratan tertentu antara lain ialah : kekuatan, kemuluran dan kerataan.

Kekuatan Benang

Kekuatan benang diperlukan bukan saja untuk kekuatan kain yang dihasilkan, tetapi juga diperlukan selama proses pembuatan kain. Hal-hal yang dapat mempengaruhi kekuatan ini ialah :

1. Sifat-sifat bahan baku dipengaruhi oleh :

a. Panjang Serat

Makin panjang serat yang dipergunakan untuk bahan baku pembuatan benang, makin kuat benang yang dihasilkan.

b. Kerataan Panjang Serat

Makin rata serat yang dipergunakan, artinya makin kecil selisih panjang antara masing-masing serat, makin kuat dan rata benang yang dihasilkan.

c. Kekuatan Serat

Makin kuat serat yang dipergunakan, makin kuat benang yang dihasilkan.

d. Kehalusan Benang

Makin halus serat yang dipergunakan, makin kuat benang yang dihasilkan. Kehalusan serat ada batasnya, sebab pada serat yang terlalu halus akan mudah terbentuk neps yang selanjutnya akan mempengaruhi kerataan benang serta kelancaran prosesnya.

2. Konstruksi benang antara lain dipengaruhi oleh :

a. Jumlah Antihan

Jumlah antihan pada benang menentukan kekuatan benang, baik untuk benang tunggal maupun benang gintir. Untuk setiap pembuatan benang tunggal, selalu diberikan antihan seoptimal mungkin, sehingga dapat menghasilkan benang dengan kekuatan yang maksimum. Kalau jumlah antihan kurang atau lebih dari jumlah antihan yang telah ditentukan, maka kekuatan benang akan menurun.

b. Nomor Benang

Jika benang-benang dibuat dari serat-serat yang mempunyai panjang, kekuatan dan sifat-sifat serat yang sama, maka benang yang mempunyai nomor lebih rendah, benangnya lebih kasar dan akan mempunyai kekuatan yang lebih besar daripada benang yang mempunyai nomor lebih besar.
Mulur Benang

Mulur ialah perubahan panjang benang akibat tarikan atau biasanya dinyatakan dalam persentasi terhadap panjang benang. Mulur benang selain menentukan kelancaran dalam pengolahan benang selanjutnya, juga menentukan mutu kain yang akan dihasilkan. Benang yang mulurnya sedikit akan sering putus pada pengolahan selanjutnya. Sebaliknya benang yang terlalu banyak mulur akan menyulitkan dalam proses selanjutnya. Kalau panjang benang sebelum ditarik = a (cm) dan panjang benang pada waktu ditarik hingga putus = b (cm), maka mulur benang tersebut = Mulur pada benang dipengaruhi antara lain oleh :

a. Kemampuan mulur dari serat yang dipakai

b. Konstruksi dari benang

Kerataan Benang

Kerataan Benang stapel sangat dipengaruhi antara lain oleh :

1. Kerataan Panjang Serat

Makin halus dan makin panjang seratnya, makin tinggi pula kerataannya.

2. Halus Kasrnya Benang

Tergantung dari kehalusan serat yang dipergunakan, makin halus benangnya makin baik kerataannya.

3. Kesalahan Dalam Pengolahan

Makin tidak rata panjang serat yang dipergunakan, makin sulit penyetelannya pada mesin. Kesulitan pada penyetelan ini akan mengakibatkan benang yang dihasilkan tidak rata.

4. Kerataan Antihan

Antihan yang tidak rata akan menyebabkan benang yang tidak rata pula.

5. Banyaknya Nep

Makin banyak nep pada benang yaitu kelompokkelompok kecil serat yang kusut yang disebabkan oleh pengaruh pengerjaan mekanik, makin tidak rata benang yang dihasilkan. Serat yang lebih muda dengan sendirinya akan lebih mudah kusut dibandingkan dengan seratserat yang dewasa.

Penomoran Benang

Untuk menyatakan kehalusan suatu benang tidak dapat dengan mengukur garis tengahnya, sebab pengukurannya diameter sangat sulit. Biasanya untuk menyatakan kehalusan suatu benang dinyatakan dengan perbandingan antara panjang dengan beratnya. Perbandingan tersebut dinamakan nomor benang.

satuan-satuan yang digunakan

Untuk mempermudah dalam perhitungan, terlebih dahulu harus dipelajari satuan-satuan yang biasa dipergunakan dalam penomoran benang. Adapun satuan-satuan tersebut adalah sebagai berikut :

Ada beberapa cara yang dipakai untuk memberikan nomor pada benang. Beberapa negara dan beberapa cabang industri tekstil yang besar, biasanya mempunyai cara-cara tersendiri untuk menetapkan penomoran pada benang. Tetapi banyak negara yang menggunakan cara-cara penomoran yang sama. Pada waktu ini, ada bermacam-macam cara penomoran benang yang dikenal, tetapi pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua cara yaitu :

· Penomoran benang secara tidak langsung dan

· Penomoran benang secara langsung.
Penomoran Benang Secara Tidak Langsung

Pada cara ini ditentukan bahwa makin besar (kasar) benangnya makin kecil nomornya, atau makin kecil (halus) benangnya makin tinggi nomornya. Penomeran cara Tidak Langsung dinyatakan sebagai berikut

1. Penomoran Cara Kapas (Ne1)

Penomoran ini merupakan penomoran benang menurut cara Inggris. Cara ini biasanya digunakan untuk penomoran benang kapas, macam-macam benang stapel rayon dan benang stapel sutera. Satuan panjang yang diguanakan ialah hank, sedang satuan beratnya ialah pound. Ne1 menunjukkan berapa hanks panjang benang untuk setiap berat 1 pound. Penomeran cara Kapas dinyatakan sebagai berikut:

Ne1

Penomoran Cara Worsted (Ne3)

Penomoran dengan cara ini dipakai untuk benang-benang wol sisir, mohair, alpaca, unta dan cashmere. Satuan panjang yang digunakan ialah 360 yards, sedang satuan beratnya ialah pound. Ne3 menunjukkan berapa kali 560 yards panjang benang setiap berat 1 pound. Penomeran cara Worsted dinyatakan sebagai berikut:

3. Penomoran cara Wol (Ne2/Nc)

Penomoran dengan cara ini digunakan untuk penomoran jute dan rami. Nc untuk : wol. Satuan panjang yang digunakan ialah 300 yards, sedangkan satuan beratnya ialah pound. Ne 2 atau Nc menunjukkan berapa kali 300 yards panjang benang untuk setiap berat 1 pound. Penomeran cara Wol dinya takan sebagai berikut:

4. Penomoran Cara Matrik (Nm)

Penomoran dengan cara ini digunakan untuk penomoran segala macam benang. Satuan panjang yang digunakan ialah meter, sedang satuan beratnya ialah gram. Nm menunjukkan berapa meter panjang benang untuk setiap berat 1 gram. Penomeran cara Metrik dinyatakan sebagai berikut:

5. Penomoran Cara Perancis (Nf)

Penomoran dengan cara ini digunakan untuk penomoran benang kapas. Satuan panjang yang digunakan ialah meter, sedang satuan beratnya ialah gram. Nf menunjukkan berapa meter panjang benang untuk setiap berat ½ gram. Penomeran cara Perancis dinyatakan sebagai berikut:

6. Penomoran Cara Wol Garu (Ne4)

Penomoran dengan cara ini digunakan untuk penomoran benang wol garu dan semacamnya. Satuan panjang yang digunakan ialah 256 yards, sedang satuan beratnya ialah pound. Ne4 menunjukkan berapa kali 256 yards panjang benang, untuk setiap berat 1 pound. Penomeran cara Wol Garu dinyatakan sebagai berikut:

penomoran benang secara langsung

Cara penomoran ini kebalikan dari cara penomoran benang secara tidak langsung. Pada cara ini makin kecil (halus) benangnya makin rendah nomornya, sedangkan makin kasar benangnya makin tinggi nomornya. Penomeran cara Langsung dinyatakan sebagai berikut :

Penomoran Cara Denier (D atau Td)

Penomoran dengan cara ini digunakan untuk penomoran benang-benang sutera, benang filamen rayon dan benang filamen buatan lainnya. Satuan berat yang digunakan ialah gram, sedang satuan panjangnya ialah 9000 meter. D atau Td menunjukkan berapa gram berat benang untuk setiap panjang 9000 meter. Penomeran cara Denier dinyatakan sebagai berikut:

Penomoran Cara Tex (Tex)

Penomoran dengan cara ini digunakan untuk penomoran segala macam benang. Satuan berat yang digunakan ialah gram, sedangkan satuan panjangnya ialah 1000 meter. Tex menunjukkan berapa gram berat benang untuk setiap panjang 1000 meter. Penomeran cara Tex dinyatakan sebagai berikut:

Penomoran Cara Jute (Ts)

Penomoran dengan cara ini digunakan untuk penomoran benang jute. Satuan berat yang digunakan ialah pound, sedang satuan panjangnya ialah 14.400 yard. Ts menunjukkan berapa pound berat benang untuk setiap panjang 14.400 yards.(src)
read more

Monday, December 29, 2014

Sejarah dan Definisi Benang

 Sejarah Benang

Penemuan benang diawali dengan penemuan benang sutera, benang sutra yangdi dapat dari ulat sutera pertama kali ditemukan oleh ratu Xi Ling-Shi ribuan taun lalu. Ceritanya, suatu hari ketika Ratu Xi Ling-Shi sedang bertamasya, ia menemukan kepompong ulat sutra. Karena penasaran, kepompong itupun disentuh dengan jarinya, diapun mencoba menarik selembar benang yang keluar dari kepompong itu. Dan,sungguh menakjubkan, semakin dia tarik benangnya semakin panjang hingga menutupi dan membalut jarinya. Ratupun berhenti menarik benang karena tangannya terasa panas.
Ketika benang itu habis, ratu melihat kepompong kecil. Akhirnya dia menyadari bahwa kepompong itu merupakan sumber benang yang disebut benang sutra. Ratu pun lalu bercerita kepada semua orang, sehingga penemuan ini dikenal secara luas. Benang tersebut kemudian dipintal dan dijadikan kain dan ternyata memiliki kualitas bagus. Selain sangat halus, kain halus kain sutera juga sangat lembut hingga banyak orang yang suka.

Definisi Benang

Benang adalah susunan seratserat yang teratur kearah memanjang dengan garis tengah dan jumlah antihan tertentu yang diperoleh dari suatu pengolahan yang disebut pemintalan. Serat-serat yang dipergunakan untuk membuat benang, ada yang berasal dari alam dan ada yang dari buatan. Serat-serat tersebut ada yang mempunyai panjang terbatas (disebut stapel) dan ada yang mempunyai panjang tidak terbatas (disebut filamen).

Benang-benang yang dibuat dari serat-serat stapel dipintal secara mekanik, sedangkan benang-benang filamen dipintal secara kimia. Benang-benang tersebut, baik yang dibuat dari serat-serat alam maupun dari serat-serat buatan, terdiri dari banyak serat stapel atau filamen. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh benang yang fleksibel. Untuk benang-benang dengan garis tengah yang sama, dapat dikatakan bahwa benang yang terdiri dari sejumlah serat yang halus lebih fleksibel daripada benang yang terdiri dari serat-serat yang kasar.

Jenis Benang
Jenis Benang Menurut Kategorinya

Sebenarnya terdapat beberapa kategori jenis benang, yaitu : benang dasar, benang hias, benang spiral dan benang berstruktur.

1. Benang Dasar (Simple Yarns)

Benang dasar adalah jenis yang paling sederhana. Meskipun benang ini mungkin terbuat dari satu serat yang sama atau serat campuran, jumlah pilinan pada keseluruhan panjangnya sama dan jenis ini tampak cukup lembut serta rata. Kain yang terbuat dari benang dasar satu ukuran dengan kandungan serat yang sama, akan menghasilkan tenunan yang lembut permukaannya namun kurang bervariasi. Sedangkan benang dasar yang dipilih dengan cara berlainan, atau benang dasar yamg memiliki kandungan serat berbeda, dapat dikombinasikan dalam proses menenun untuk menghasilkan kain dengan efek permukaan yang beragam. Dengan ini, dapat dilakukan berbagai kombinasi sehingga menghasilkan jenis kain yang bervariasi.

2. Benang Hias (Novelty yarns)

Benang hias biasanya dibuat berpilin dua, meskipun terdapat beberapa jenis khusus yang diperoleh dari benang tunggal. Benang khusus jenis ini dibuat dari dua benangtunggal atau lebih. Benang tunggal pertama berfungsi sebagai“dasar” atau “inti” dan menjadi tempat membelitnya benang-benang tunggal lainnya. Benang tunggal kedua akan menciptakan efek-efek khusus. Benang ketiga, menyatukan kedua benang pertama. Bila benang dasar dibuat halus dan rata, sebaliknya dengan benang hias dibuat tidak teratur, kadang-kadang tidak rata, agar bisa menghasilkan kain dengan permukaan dan tekstur yang tidak lazim.

Benang-benang hias dapat menghasilkan berbagai kain yang menarik, tetapi kain tersebut biasanya kurang enak dipakai dibanding dengan kain permukaan halus. Ikatan pada boucle misalnya, mudah robek. Semnetara bagian yang lebih tinggi yang terbuat dari simpul-simpul tampak lebih using dibanding kain halus bagian belakangnya. Terdapat banyak variasi pada benang hias, tetapi yang paling umum digunakan adalah jenis slubbed, looped, dan knotted spiral.

a. Benang slubbed (slubbed yarns)

Benang slubbed dibuat dengan mengubah kadar pilih yang digunakan sehingga selembar benang akan tampak lebih halus. Pada helaian benang, slub dapat dibentuk dalam satu benang, sementara benang-benang lainnya digunakan untuk menahan slub itu ke bawah. Benang yang digunakan untuk jenis kain shantung merupakan jenis slubbed dan permukaannya yang tidak rata dibuat oleh slub benang.

b. Benang Ikal (looped yarns)

Benang jenis ini dibuat dengan ikatan penuh pada interval yang teratur. Boucle, merupaka salah satu contoh benang ikal yang kerap kali digunakan untuk pakaian wanita.

c. Benang Bersimpul (knotted/nubbed yarns)

Benang semacam ini dibuat dengan mengatur mesin pemintalnya sehingga mesin tersebut akan melilit benang dengan sendirinya secata terus menerus di satu tempat, hingga terbentuk suatu simpul. Kadangkala, benang ini dibuat dengan dua warna, dan simpul yang terjadi hanmya dalam satu warna. Kain yang ditenun dengan benang dua warna itu akan tampak memiliki bintik berwarna yang jelas pada dasarnya.

3. Benang Spiral

Benang spiral dapat diperoleh dengan memilin dua benang yang memiliki ketebalan berbeda. Biasanya, benang bermutu memiliki pilinan lebih tinggi dan lebih baik daripada yang kasar dan benang yang lebih kasar melilit benang yang lebih baik. Berbagai variasi dapat dilakukan tergantung pada efek yang dikehendaki pada kain yang akan dibuat.

4. Benang Berstruktur

Benang bertekstur umumnya dihasilkan dari serat thermoplastic (serat yang bentuknya dapat diatur oleh panas, yang diterapkan pada proses pembuatannya). Serat-serat buatan mampu menyesuaikan diri terhadap panas. Pada bagian terdahulu telah diuraikan bahwa benang akan melalui proses penyisiran agar menjadi lurus, sehingga pada saat dibentangkan akan rapi ke satu arah. Pada benang bertekstur serat-serat justru sengaja diacak, sehingga pada saat dibentangkan menjadi tidak sama. Benang bertekstur dapat diikalkan pada sati sisi atau kedua-duanya, digulung, dilipat, atau dikerut atau diolah menjadi bulu-bulu halus (agar mengembang). Panas yang diterapkan pada titik tertentu ketika proses pembuatan berlangsung akan menghasilkan tekstur yang dikehendaki pada benang. Benang bahkan dapat dirajut menjadi kain, yang setelah dipanaskan lalu ditutup sehingga benang yang dihasilkan akan memiliki bentuk dan akan mempengaruhi permukaan kain yang dibuat dengan benang bertekstur.

Jenis Benang Menurut Panjang Serat

Menerut panjang seratnya benang dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu benang stapel dan benang filamen.

1. Benang Stapel

Benang stapel ialah benang yang dibuat dari serat-serat stapel. Serat-serat stapel yang berasal dari serat alam dengan terbatas, yaitu sesuai alamiahnya dan serat stapel yang berasal dari serat buatan yang dipotong-potong dengan panjang tertentu. Ada beberapa benang stapel diantaranya :

a. Benang Stapel Pendek

Benang stapel pendek ialah benang yang dibuat dari seratserat stapel yang pendek. Contohnya ialah benang kapas, benang rayon dan lain-lain.

b. Benang Stapel Sedang

Benang stapel sedang ialah benang yang dibuat dari seratserat stapel yang panjang seratnya sedang. Contohnya ialah benang wol, benang serat buatan.

c. Benang Stapel Panjang

Benang stapel panjang ialah benang yang dibuat dari seratserat stapel yang panjang. Contohnya ialah benang rosella, benang serat nenas dan lainlain.

2. Benang Filamen

Benang filamen ialah benang yang dibuat dari serat filamen. Pada umumnya benang filamen berasal dari serat-serat buatan, tetapi ada juga yang berasal dari serat alam. Contoh benang filamen yang berasal dari serat alam ialah benang sutera. Benang filamen yang berasal dari serat-serat buatan misalnya :

· Benang rayon yaitu benang filamen yang dibuat dari bahan dasar selulosa.

· Benang nylon yaitu benang filamen yang dibuat dari bahan dasar poliamida yang berasal dari petrokimia.

· Benang poliakrilik yaitu benang yang dibuat dari bahan dasar poliakrilonitril yang berasal dari petrokimia.

Ada beberapa macam benang filamen, diantaranya :

a. Benang Monofilamen

Benang monofilamen ialah benang yang terdiri dari satu helai filamen saja. Benang ini terutama dibuat untuk keperluan khusus, misalnya tali pancing, senar raket, sikat, jala dan sebagainya.

b. Benang Multifilamen

Benang multifilamen ialah benang yang terdiri dari seratserat filamen. Sebagian besar benang filamen dibuat dalam bentuk multifilamen.

c. Benang Tow

Tow ialah kumpulan dari beriburibu serat filamen yang berasal dari ratusan spinnerette menjadi satu.

d. Benang stretch

Benang stretch ialah benang filamen yang termoplastik dan mempunyai sifat mulur yang besar serta mudah kembali ke panjang semula.

e. Benang Bulk

Benang bulk ialah benang yang mempunyai sifat-sifat mengembang yang besar.

f. Benang Logam

Benang logam. Benang filament umumnya dibuat dari serat buatan, namun disamping itu ada juga yang dibuat dari logam. Benang ini telah dipergunakan beribu-ribu tahun yang lalu. Benang yang tertua dibuat dari logam mulia dan benangnya disebut lame. Keburukan dari benang ini ialah : berat, mudah rusak dan warnanya mudah kusam.

Jenis Benang Menurut Kontruksinya

Menurut kontruksinya benang dapat dibagi menjadi :

1. Benang Tunggal

Benang tunggal ialah benang yang terdiri dari satu helai benang saja. Benang ini terdiri dari susunan serat-serat yang diberi antihan yang sama.

2. Benang Rangkap

Benang rangkap ialah benang yang terdiri dari dua benang tunggal atau lebih yang dirangkap menjadi satu.

3. Benang Gintir

Benang gintir ialah benang yang dibuat dengan menggintir dua helai benang atau lebih bersama-sama. Biasanya arah gintiran benang gintir berlawanan dengan arah antihan benang tunggalnya. Benang yang digintir lebih kuat daripada benang tunggalnya.

4. Benang Tali

Benang tali ialah benang yang dibuat dengan menggintir dua helai benang gintir atau lebih bersama-sama.
2.3.4 Jenis Benang Menurut Pemakaiannya

Menurut pemakaiannya benang di bagi menjadi :

1. Benang Lusi

Benang lusi ialah benang untuk lusi, yang pada kain tenun terletak memanjang kearah panjang kain. Dalam proses pembuatan kain, benang ini banyak mengalami tegangan dan gesekan. Oleh karena itu, benang lusi harus dibuat sedemikian rupa, sehingga mampu untuk menahan tegangan dan gesekan tersebut. Untuk memperkuat benang lusi, maka jumlah antihannya harus lebih banyak atau benangnya dirangkap dan digintir. Apabila berupa benang tunggal, maka sebelum dipakai harus diperkuat terlebih dahulu melalui proses penganjian.

2. Benang Pakan

Benang pakan ialah benang untuk pakan, yang pada kain tenun terletak melintang kearah lebar kain. Benang ini mempunyai kekuatan yang relatif lebih rendah daripada benang lusi.

3. Benang Rajut

Benang rajut ialah benang untuk bahan kain rajut. Benang ini mempunyai antihan / gintiran yang relatif lebih rendah daripada benang lusi atau benang pakan.

4. Benang Sisir

Benang sisir ialah benang yang dalam proses pembuatannya, melalui mesin sisir (Combing machine). Nomor benang ini umumnya berukuran sedang atau tinggi (Ne1 40 keatas) dan mempunyai kekuatan dan kerataan yang relatif lebih baik daripada benang biasa.

5. Benang Hias

Benang hias ialah benangbenang yang mempunyai corakcorak atau konstruksi tertentu yang dimaksudkan sebagai hiasan. Benang ini dibuat pada mesin pemintalan dengan suatu peralatan khusus.

6. Benang Jahit

Benang jahit ialah benang yang dimaksudkan untuk menjahit pakaian. Untuk pakaian tekstil benang jahit ini terdiri dari benang-benang yang digintir dan telah diputihkan atau dicelup dan disempurnakan secara khusus.

7. Benang Sulam Benang sulam ialah benangbenang yang dimaksudkan untuk hiasan pada kain dengan cara penyulaman. Benangbenang ini umumnya telah diberi warna, sifatnya lemas dan mempunyai efek-efek yang menarik.(src)
read more

Sunday, December 28, 2014

Berkat Tauge

Berkat Tauge Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Gubrak! Ine membanting HP BW (Black and White) singkatan yang biasa digunakan siswa sekolah Ine untuk menyebut HP berlayar hitam-putih yang sama sekali tidak tren di zaman sekarang, benda itu baru saja menjeritkan alarm.
“Apa? Jam lima?” jerit Ine histeris.
Ine mengucek dan menyipitkan mata, berusaha memperjelas penglihatannya, lalu kembali menatap layar HP tanpa mematikan alarm, tak ada yang berubah, jam digital masih tetap menunjukkan angka lima. Di Aceh, daerah paling barat Indonesia ini, sahur harus diakhiri jam 05.00 wib, seiring berkumandangnya adzan subuh.
“Buset dah, kamu tahu nggak sih aku mesti sahur?” Tanya Ine kesal kapada HPnya.
Nguuuuunug.
“Itu sirine imsak!” jerit Ine histeris. Ine segera menghambur menuju dapur. Tanpa memperdulikan tatapan anggota keluarganya yang lain.
“Siapa suruh nggak bangunin aku?” batin Ine kesal. Ine meneguk air putih sebanyak-banyaknya, berusaha mengalahkan kecepatan sirine imsak dan berhasil mengosongkan tiga gelas air dalam waktu kur
... baca selengkapnya di Berkat Tauge Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

read more