Ads 468x60px

Tuesday, December 2, 2014

Jenis Serat

1. Jenis serat.
Benang adalah hasil dari disusun/ dipintalnya sejumlah serat secara memanjang dengan ketebalan tertentu.
Harus kita kenal terlebih dahulu sebagian jenis dari serat serat yang biasa dipakai untuk membuat seuntai benang, yaitu:
1.1.Serat Alami :
            1.1.a. Dari Tumbuhan
1        Dari batang, seperti serat sisal untuk karung goni
2        Dari serat daun seperti Sisal dan Manila Hemp.
3        Dari buah, seperti sabut kelapa, juga untuk karung goni
4        Dari Isi buah seperti serat kapuk untuk bantal
5        Dari serat bunga seperti serat kapas untuk baju.
6        Dll.

                                        Gambar: Kapas (Cotton)
            1.1.b. Dari Hewan
1        Bulu , seperti bulu domba/ unta  untuk kain wool.
2        Alphaca, Casmhere, Mohair Rabit Hair, dll.
3        Kulit yang diproses, sehingga nyaman dipakai seperti jaket kulit.
4        Kepompong, seperti serat sutera untuk kain wanita

                                    Gambar: Ulat sutera dan kepompong
          1.1.c. Dari Bahan Tambang
1        Serat Asbestos untuk baju tahan api.
2        Serat Gelas, untuk bahan isolator panas
3        Serat metal
4        Rock fibre
5        Slag fibre.
6        Dll.


      Gambar: Menambang Asbestos
1.2. Serat rekayasa (Regenerated Fibre), Yaitu bahan dasarnya alam, tetapi
               direkayasa menjadi serat tertentu.
      1.2.a. Cellulose :
1        Serat Rayon, untuk pakaian
2        Serat Cupra
3        Serat Nitro cellulose, dsb
      1.2.b. Protein     :
1        Serat kedelai, juga untuk pakaian
2        Serat Casei, serat Zein..dsb
3        Dll.

1.3. Serat Semi- Synthetic
      1.3.a. Cellulose : Serat Acetate
1        Serat Tri Acetat
2        Serat Acetylized Acetate
3        Dll.
       1.3.b. Lainnya   
1        Serat Chlorida Rubber
2        Serat Rubber Chlorat.
1.4. Serat Buatan Penuh (Full Synthetic/ Man Made Fibre)
    Yaitu serat yang dibuat secara kimia, kemudian diproses/ dipintal menjadi benang.
1        Serat Polyamida              : Nylon 66- 6- 610- 11 dan lainnya.
                                              Untuk kain payung, parachute, dsb.
2        Serat Poly- acrylo nitrile : Serat Acrylic
                                              Serat Modacrylic
1        Serat Polyester, untuk pakaian dan segala keperluan.
2        Serat Polyvinil alcohol.
3        Serat Polyvinyilidene Chloride.
4        Serat Polystyrene
5        Serat Polypropilene
6        Serat Poly urethane, untuk benang spandek untuk keperluan kain fashion.
7        Serat Poly ethylene, untuk karung palstik
8        Dll.
(Lihat: Toyobo: Textile Fibre, Japanese, English Edition)
2. SPUN YARN DAN NON SPUN YARN.
Benang sebagai bahan baku utama proses pembuatan kain secara garis besar diproses dengan menggunakan 2 (dua) cara, yaitu :
2.1.Proses Pemintalan atau penggintiran / Spinning Proces, benangnya disebut: SPUN
      YARN.   Inipun menggunakan aneka system spinning, yaitu:
       - System Ring Spinning,


       - System Rotor Spinning 


Fibre ditembakkan kearah permukaan PIRINGAN ROTOR yang berputar amat cepat sehingga terbentuk menjadi sehelai benang dengan twist tertentu dan langsung digulung pada sebuah Cylinder Cheese.

  - System Jet Spinning’


   
Fibre diberikan puntiran dengan menggunakan semburan angin bertekanan (AIR JET) sehingga terbentuk menjadi sehelai benang dengan twist tertentu dan langsung digulung pada sebuah Cylinder Cheese.

  - System Vortex Spinning


     
Fibre diberikan pusaran angin dengan kecepatan tinggi (VORTEX) sehingga terbentuk menjadi benang dengan twist tertentu dan langsung di gulung pada sebuah Cylinder Chees.
  
            Note: 
     Keunggulan pembuatan benang dengan menggunakan methode Jet Spinning atau methode Voretx adalah
    benang yang dihasilkan melalui system ini jumlah Neps lebih sedikit sehingga sangat cocok untuk kain kain
    industri yang tidak mementingkan kelembutan kain.

    PROSES RING SPINNING.

    Pada System Ring Spinning, serat benang mengalami proses- proses berikut,
    yaitu:
          - Blowing/ Bale breaker, dimana packing serat dibuka, dan serat dicabik- cabik
            dari gumpalannya, kemudian pada kasuss serat campuran, seratnya di MIXER
            sesuai yang dikehendaki.
          - Carding, dimana serat disejajarkan satu persatu dengan jarum- jarum Carding,
            dan kemudian dibentuk menjadi sebuah benang besar yang belum padat, disebut
            SLIVER. Besar ukuran benang tersebut pada proses ini kurang lebih sebesar
            lengan orang dewasa.
          - Drawing , dimana benang- benang sliver dari hasil carding, disatukan  ditarik dan
            diberikan pilinan (twisting), dengan tujuan agar setiap kelemahan yang terjadi
            pada hasil carding, bias tertutup oleh sliver yang lain, sehingga makin banyak
            drawing, benang akan makin rata.
                          
     - Lap former

           - Roving
      
           - Ring spinning

           - Winding
    
     - Heat setting

           - Packing
2.2.NON SPUN YARN adalah sistem pembuatan benang dengan dengan tidak mengalami proses penggintiran, Seperti: Benang filament (FF / flat filament) atau benang Draw texture Yarn (DTY).

3. INTERMINGLE NON INTERMINGLE

Khusus pada benang benang filament, dikenal istilah INTERMINGLE, yaitu suatu proses dimana dibeberapa titik pada serat serat tersebut direkayasa (dengan menggunakan nozzle dan angin) agar serat serat tersebut seperti di bebat di beberapa tempat.
Dalam hal ini sebagai contoh ada beberapa istilah yang dipakai ( di PT. INDORAMA), yaitu:
- CO IM    (Co intermingle), benang tidak dilakukan intermingle proses.
- LIM        (Low Intermingle), ada intermingle pada 40 titik/ meter…Biasa utk knitting.
- SIM        (Soft Intermingle), ada intermingle pada 60 titik /meter...Biasa untuk pakan.
- IM          (Intermingle ), ada intermingle pada 100 titik/ meter.
- SUM       (Super Intermingle), ada intermingle pada 115 / meter. …..Biasa untuk lusi.

Catatan:

Setiap pabrik benang memiliki istilah sendiri tentang Intermingle dan Non Intermingle Fillament ini
(src)
read more

Wiro Sableng #160 : Dendam Mahluk Alam Roh

Wiro Sableng #160 : Dendam Mahluk Alam Roh Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : SI CANTIK GILA DARI GUNUNG GEDE

Melihat Purnama menyerbu dengan kapak sakti Luhrembulan cepat putar Pedang Naga Suci 212 lalu dengan sebat dibabatkan ke arah lawan. Ternyata serangan Purnama hanya tipuan belaka. Karena begitu dia melihal gerakan tangan Luhrembutan yang memegang pedang. Purnama cepat rundukkan kepala Pedang Naga Suci 212 lewat di atas kepala Purnama.sempat membabat putus sejumput rambutnya yang hitam dan membuat gadis ini terpekik, Dalam keadaan sekujur tubuh terasa dingin akibat serangan pedang. Purnama masih mampu lancarkan serangan ke dua berupa babatan kapak membalik ke atas. "Purnama Jangan!" Teriak Wiro. Namun terlambat. "Craassss!!" Kapak Naga Geni 212 menyapu lebih dulu di atas dada LUHREMBULAN! Gadis alam gaib ini terpekik keras.

*****

PULAU Watu Gilang di pantai Parangkusumo. Dua bukit karang menjulang tinggi di kegelapan malam.

Pendekar 212 Wiro Sableng
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #160 : Dendam Mahluk Alam Roh Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
read more

Hubungan Antara Kekuatan Pikiran dan LoA

Hubungan Antara Kekuatan Pikiran dan LoA Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Syahril Syam

Hal paling menarik ketika membicarakan hubungan antara kekuatan pikiran kita dan Law of Attraction (LoA-Hukum Tarik Menarik), adalah ketika kita mengawalinya dengan membahas dunia medis. Anda mungkin pernah mendengar tentang efek plasebo. Kata plasebo berasal dari bahasa Latin yang secara harfiah berarti: “saya akan menyenangkan (Anda)”. Dalam kedokteran modern, kata ini merujuk pada obat atau prosedur yang tidak memiliki bahan aktif menyembuhkan, tetapi diberikan hanya dengan tujuan menenangkan atau menyenangkan pasien. Contoh yang sering kita dengar mengenai hal ini adalah ketika seorang pasien yang diberi obat dan ternyata sembuh. Tetapi ternyata, obat yang diberikan bukanlah obat yang sesungguhnya tetapi hanya berupa pil gula yang tidak memiliki khasiat menyembuhkan sama sekali.

Sebenarnya efek plasebo bekerja berdasarkan tiga hukum sederhana:

1. Kepercayaan pasien 2. Kepercayaan dokter 3. Kekuatan spiritual yang dibangkitkan oleh rasa saling percaya antara dokter dan pasien, yang menghubungkan secara emosional dokter dan pasien

Ketiga faktor inilah yang melandasi kerja dari efek plasebo itu. Penelitian telah membuktikan bahwa sekitar 75 persen pasien yang diperiksa oleh dokter tidak dapat ditolong dengan obat atau operasi tertentu. Akan tetapi, banyak orang yang tertolong hanya karena mereka mengunjungi dokter, percaya kepadanya, dan mendapatkan rasa aman darinya.

Penelitian lain juga membuktika
... baca selengkapnya di Hubungan Antara Kekuatan Pikiran dan LoA Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

read more

Monday, December 1, 2014

Uji Serat Benang

B.17. Uniformity Ratio (Rasio keseragaman)
Rasio keseragaman adalah ratsio 50% Span length dibanding 2,5% Span Length.
B.18. 2,5% Span Length

Yaitu jarak 2,5%  ujung serat benang yang lebih dari batas Klem yang menjepit dari rata- rata panjangnya.
Dimana ketentuannya adalah sbb:
Kurang dari 1.00
Serat pendek
1.00 ~ 1.14
Sedang
1.15 ~ 1.29
Serat panjang
Lebih dari 1.29
Sangat panjang
B.19.  50% Span Length.
Yaitu jarak 50%  ujung serat benang yang lebih dari batas Klem yang menjepit dari rata- rata panjangnya.
Maka 50/2,5 Uniformity Ratio ketentuannya adalah sebagai berikut:
Kurang dari 42
Keseragamannya sangat rendah
42 ~ 43
Keseragaman rendah
44 ~ 45
Keseragaman rata- rata
46 ~ 47
Keseragaman tinggi
Lebih dari 47
Keseragaman sangat tinggi
                                                                                                           (Toyobo Textile Fibre)
B.20. Short Fibre Index (SFI)
SFI adalah estimasi perkiraan kandungan serat serat pendek yang terdapat pada serat katun. Nilainya adalah berapa persen jumlah berat kandungan serat pendek pada total berat serat yang ada.
Dibawah ini Klassifikasi dan ketentuan tentang panjang pendeknya serat, dengan basic staple length ¼ inchi (basic staple length ¼ inchi karena ada serat- serat cotton dengan panjang hanya  ½ ~ 11/16 /serat Oomras India) :
Kurang dari 1.10
Serat pendek
1.10 ~ 1.24
Serat medium
1.25 ~ 1.39
Serat panjang
Lebih dari 1.39
Serat sangat panjang
B.21. Micronaire (Kehalusan Serat)


Micronaire adalah suatu ukuran kehalusan serat, yaitu perbandingan antara panjang dan penampangnya. Serat yang panjang dengan penampang yang kecil adalah serat yang LANGSING dengan nilai micronaire rendah. Sedang serat yang sama panjang  dengan penampangnya lebih luas adalah serat yang GEMUK, berarti nilai micronaire nya tinggi. Serat yang langsing akan lebih mudah dipintal daripada serat yang gemuk. Salah satu methode pengukurannya adalah dengan menghembuskan angin pada segumpal serat kapas dengan ukuran dan berat tertentu (50 grain , i.e.3.24 gram). Serat yang gemuk akan menghambat udara lebih besar dari serat yang langsing, karena serat gemuk akan mengisi ruangan lebih padat dari serat langsing.
Dengan methode hembusan angin ini berarti makin besar angkanya, makin kasar seratnya. Berikut adalah standart batasan micronaire:
Micronaire
Ketentuan
Kurang dari 3,0
Sangat halus
3,0 ~ 3,6
Halus
3,7 ~ 4,7
Sedang
4,8 ~ 5,4
Kasar
5,5 lebih
Sangat kasar


Catatan:
Diijinkan untuk mengutip sebagian kecil artikel ini--tidak boleh seluruhnya -- untuk dimuat di situs lain dengan menyebutkan link dan sumber. Apabila ditemukan copy/paste seluruh artikel atau tanpa menyebutkan sumber, akan diajukan ke DMCA Google Complaints supaya di-banned dari Google search. Harap maklum.

                                                              (See: http:/www.softextile.biz/yarntechnicalterms) (src)
read more

Perbincangan Iblis

Perbincangan Iblis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di pojok sebuah pub, remang-remang, musik dengan ritme yang monoton membuat jantung ikut berdegup kencang, terlihat lima sekawan iblis sedang duduk ngobrol. Rupanya mereka baru saja membujuk seorang anak muda yang masih ingusan untuk pertama kalinya masuk sebuah pub.

?Hehe, hik!? si Iblis Teler yang sedang mabuk mulai membuka perbincangan seru, ?..aku, hik!, ..pengen tahu .. hik.. apa saja yang kalian lakukan untuk menjerat manu..hik..sia agar jauh dari TUHAN, hik!?

?Idih, gampang aja deng..? jawab si Iblis Bencong sambil mengelus-elus tanduknya yang baru saja dikeriting di salon, ?..langsung aja gua suruh doi buat bikin dosa!?

?Caranya?? si Iblis Bloon penasaran.

? Ya, langsung aja aku bujuk biar ngebo?ong, nyuri, bahkan ngebunuh, wei ce!?

?Hehe? zaman sekarang manusia emang gampang dibo?ongin..? Sahut Iblis Gembrot dengan suaranya yang berat, sekitar 130 kilo beratnya, ?..kalo cara saya ialah gua bikin hati manusia penuh kekecewaan, kepa
... baca selengkapnya di Perbincangan Iblis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

read more