Ads 468x60px

Tuesday, December 2, 2014

Hubungan Antara Kekuatan Pikiran dan LoA

Hubungan Antara Kekuatan Pikiran dan LoA Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Syahril Syam

Hal paling menarik ketika membicarakan hubungan antara kekuatan pikiran kita dan Law of Attraction (LoA-Hukum Tarik Menarik), adalah ketika kita mengawalinya dengan membahas dunia medis. Anda mungkin pernah mendengar tentang efek plasebo. Kata plasebo berasal dari bahasa Latin yang secara harfiah berarti: “saya akan menyenangkan (Anda)”. Dalam kedokteran modern, kata ini merujuk pada obat atau prosedur yang tidak memiliki bahan aktif menyembuhkan, tetapi diberikan hanya dengan tujuan menenangkan atau menyenangkan pasien. Contoh yang sering kita dengar mengenai hal ini adalah ketika seorang pasien yang diberi obat dan ternyata sembuh. Tetapi ternyata, obat yang diberikan bukanlah obat yang sesungguhnya tetapi hanya berupa pil gula yang tidak memiliki khasiat menyembuhkan sama sekali.

Sebenarnya efek plasebo bekerja berdasarkan tiga hukum sederhana:

1. Kepercayaan pasien 2. Kepercayaan dokter 3. Kekuatan spiritual yang dibangkitkan oleh rasa saling percaya antara dokter dan pasien, yang menghubungkan secara emosional dokter dan pasien

Ketiga faktor inilah yang melandasi kerja dari efek plasebo itu. Penelitian telah membuktikan bahwa sekitar 75 persen pasien yang diperiksa oleh dokter tidak dapat ditolong dengan obat atau operasi tertentu. Akan tetapi, banyak orang yang tertolong hanya karena mereka mengunjungi dokter, percaya kepadanya, dan mendapatkan rasa aman darinya.

Penelitian lain juga membuktika
... baca selengkapnya di Hubungan Antara Kekuatan Pikiran dan LoA Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

read more

Monday, December 1, 2014

Uji Serat Benang

B.17. Uniformity Ratio (Rasio keseragaman)
Rasio keseragaman adalah ratsio 50% Span length dibanding 2,5% Span Length.
B.18. 2,5% Span Length

Yaitu jarak 2,5%  ujung serat benang yang lebih dari batas Klem yang menjepit dari rata- rata panjangnya.
Dimana ketentuannya adalah sbb:
Kurang dari 1.00
Serat pendek
1.00 ~ 1.14
Sedang
1.15 ~ 1.29
Serat panjang
Lebih dari 1.29
Sangat panjang
B.19.  50% Span Length.
Yaitu jarak 50%  ujung serat benang yang lebih dari batas Klem yang menjepit dari rata- rata panjangnya.
Maka 50/2,5 Uniformity Ratio ketentuannya adalah sebagai berikut:
Kurang dari 42
Keseragamannya sangat rendah
42 ~ 43
Keseragaman rendah
44 ~ 45
Keseragaman rata- rata
46 ~ 47
Keseragaman tinggi
Lebih dari 47
Keseragaman sangat tinggi
                                                                                                           (Toyobo Textile Fibre)
B.20. Short Fibre Index (SFI)
SFI adalah estimasi perkiraan kandungan serat serat pendek yang terdapat pada serat katun. Nilainya adalah berapa persen jumlah berat kandungan serat pendek pada total berat serat yang ada.
Dibawah ini Klassifikasi dan ketentuan tentang panjang pendeknya serat, dengan basic staple length ¼ inchi (basic staple length ¼ inchi karena ada serat- serat cotton dengan panjang hanya  ½ ~ 11/16 /serat Oomras India) :
Kurang dari 1.10
Serat pendek
1.10 ~ 1.24
Serat medium
1.25 ~ 1.39
Serat panjang
Lebih dari 1.39
Serat sangat panjang
B.21. Micronaire (Kehalusan Serat)


Micronaire adalah suatu ukuran kehalusan serat, yaitu perbandingan antara panjang dan penampangnya. Serat yang panjang dengan penampang yang kecil adalah serat yang LANGSING dengan nilai micronaire rendah. Sedang serat yang sama panjang  dengan penampangnya lebih luas adalah serat yang GEMUK, berarti nilai micronaire nya tinggi. Serat yang langsing akan lebih mudah dipintal daripada serat yang gemuk. Salah satu methode pengukurannya adalah dengan menghembuskan angin pada segumpal serat kapas dengan ukuran dan berat tertentu (50 grain , i.e.3.24 gram). Serat yang gemuk akan menghambat udara lebih besar dari serat yang langsing, karena serat gemuk akan mengisi ruangan lebih padat dari serat langsing.
Dengan methode hembusan angin ini berarti makin besar angkanya, makin kasar seratnya. Berikut adalah standart batasan micronaire:
Micronaire
Ketentuan
Kurang dari 3,0
Sangat halus
3,0 ~ 3,6
Halus
3,7 ~ 4,7
Sedang
4,8 ~ 5,4
Kasar
5,5 lebih
Sangat kasar


Catatan:
Diijinkan untuk mengutip sebagian kecil artikel ini--tidak boleh seluruhnya -- untuk dimuat di situs lain dengan menyebutkan link dan sumber. Apabila ditemukan copy/paste seluruh artikel atau tanpa menyebutkan sumber, akan diajukan ke DMCA Google Complaints supaya di-banned dari Google search. Harap maklum.

                                                              (See: http:/www.softextile.biz/yarntechnicalterms) (src)
read more

Perbincangan Iblis

Perbincangan Iblis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di pojok sebuah pub, remang-remang, musik dengan ritme yang monoton membuat jantung ikut berdegup kencang, terlihat lima sekawan iblis sedang duduk ngobrol. Rupanya mereka baru saja membujuk seorang anak muda yang masih ingusan untuk pertama kalinya masuk sebuah pub.

?Hehe, hik!? si Iblis Teler yang sedang mabuk mulai membuka perbincangan seru, ?..aku, hik!, ..pengen tahu .. hik.. apa saja yang kalian lakukan untuk menjerat manu..hik..sia agar jauh dari TUHAN, hik!?

?Idih, gampang aja deng..? jawab si Iblis Bencong sambil mengelus-elus tanduknya yang baru saja dikeriting di salon, ?..langsung aja gua suruh doi buat bikin dosa!?

?Caranya?? si Iblis Bloon penasaran.

? Ya, langsung aja aku bujuk biar ngebo?ong, nyuri, bahkan ngebunuh, wei ce!?

?Hehe? zaman sekarang manusia emang gampang dibo?ongin..? Sahut Iblis Gembrot dengan suaranya yang berat, sekitar 130 kilo beratnya, ?..kalo cara saya ialah gua bikin hati manusia penuh kekecewaan, kepa
... baca selengkapnya di Perbincangan Iblis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

read more

Sunday, November 30, 2014

Uji Mutu Benang

B.6. Lea Strength

1 lea = 120 yads. Lea Strength adalah kekuatan tarik 120 yards benang yang digulung dalam 80 untaian (panjang untaian +/- 120 yds/ 80/2 = 0,75 yds), diukur dalam lbs.
Makin tinggi nilai Lea Strength, berarti benang makin baik.
B.7. Imperfection (ketidak sempurnaan)

Ketidak sempurnaan atau ke tidak rataan benang adalah total jumlah thin (tipis), thick (tebal) dan neps (benjolan) dalam ukuran tertentu dalam 1000 meter benang.
B.8. Thin places (benang tipis).
Thin places adalah suatu tempat pada bagian benang yang mengalami pengecilan -50% dari rata rata diameter benang seharusnya.
B.9.  Thick palece (benang tebal).
Thick places adalah suatu tempat pada bagian benang yang mengalami penebalan 50% lebih dari rata- rata diameter nya.
B.10. Neps (butiran benjolan)
Nep adalah adanya pembesaran 200% lebih dari diameter rata- rata benang yang terjadi pada suatu titik bagian benang dengan panjang minimal 1 mm. Neps sering disebabkan oleh terbawanya kumpulan waste fiber yang terkumpul pada daerah yang dilewati benang. Dengan demikian. Cara mengatasi neps paling utama adalah dengan meningkatkan kebersihan mesin.
Makin sedikit jumlah TOTAL  IMPERFECTION, berarti benang tersebut makin baik.
Berikut ini standard total imperfection yang dianjurkan untuk masing- masing jenis proses pembuatan benang:
Imperfections
Ring- spun- yarn
Rotor- spun- yarns
Thin places
-50%
-50%
Thick places
+50%
+50%
Neps
+200%
+280%
B.11.  Uster% (U%).

Uster% adalah ukuran ketidak rataan sliver/roving atau benang. Nilainya adalah variasi dalam berat (grams) pada tiap satuan panjang.
Makin rendah nilai U%, berarti benang makin baik.
B.12. Ketidak rataan U%. (Uster Eveness in%/ UE%)

Ini adalah ukuran prosentasi variasi dari KETIDAK SEMPURNAAN (imperfection) dari sehelai benang.
Makin rendah UE% sehelai benang, berarti makin baiklah ia.
B.13. Derajat bulu (Degree of Hairiness/ dH).

  

Derajat bulu adalah berapa banyak bulu (yaitu serat yang keluar dari badan benang) seukuran 1 mm atau lebih dalam satu meter benang.
Hairiness 3,5 artinya dalam satu meter benang tersebut terdapat rata- rata 3,5 helai bulu yang memiliki ukuran 1 mm lebih.
Dalam laborat hasil kanjian, derajat bulu diukur lebih teliti dan dibagi dalam beberapa kelompok, yaitu:                    Kelompok 1 mm.
                            Kelompok 2 mm
                            Kelompok 3 mm
                            Kelompok 4 mm, dan
                            Kelompok 5 mm.
Untuk mesin air jet loom, standart benang setelah dikanji, derajat bulu 3 mm sebaiknya jangan lebih dari 5 pcs/ meter.
Bila bulu 3 mm ternyata jumlahnya lebih dari 5 pcs / meter, berarti covering factornya tidak cukup (penganjian jelek), dan akan menyebabkan banyak stop pakan.
B.14. Variasi Derajat Bulu (sH).
Standart deviasi sH adalah nilai dari variasi derajat bulu. Dalam satu batch, yang terdiri dari beberapa kelompok mesin dan beberapa kelompok spindle dinilai variasi jumlah bulu permeternya. Makin kecil sH nya berarti makin bagus benang tersebut.
B.14.1  Hubungan antara nomer benang dengan derajat bulu.
Makin besar jumlah serat dalam bidang melintang benang dengan twist yang tetap, akan makin banyak bulu yang mencuat dari permukaan benang. Maka makin besar suatu benang, makin banyak pula bulunya.
B.15.  Elongation% (Daya Mulur)

Daya mulur adalah kemampuan sehelai benang untuk mulur dibanding dengan panjang aslinya.
Elongation 10%, artinya benang tersebut dapat ditarik sampai panjangnya lebih 10% dari panjang aslinya sampai benang tersebut putus.
Daya mulur ini ditentukan atas dasar pemakaian dan permintaan customer. Pabrik Rajut biasanya menentukan specifikasi. mulur yang lebih disbanding pabrik tenun.
B.16. Classimat Fault.

Classimat fault adalah rata- rata nilai keseluruhan (summary)  dari random test (uji petik) terhadap 23 type pengujian pada laboratorium spinning terhadap suatu produk benang dengan menggunakan Uster Classimat System.
Tiap- tiap pabrik spinning akan menentukan criteria penilaian mana yang akan dipakai sebagai standart kualitas pabrik tersebut.
1
2
3
4
A
B
C
D
(src)
read more

Delapan Hadiah Terindah

Delapan Hadiah Terindah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 KEHADIRAN

Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yg tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.


MENDENGAR

Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.


DIAM

Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau m
... baca selengkapnya di Delapan Hadiah Terindah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

read more