Ads 468x60px

Saturday, November 29, 2014

Beberapa Dasar Pengetesan Fisik dan Mutu Benang

FISIK DAN MUTU BENANG


FISIK & MUTU BENANG

B.1. Hubungan Fineness dengan Tensile Strength


                             Fh (cN)
Rumus  :     Rh = ------------
                             Ttv (tex)
Dimana: Rh = Fineness dan hubungannya dengan tensile strength dalam cN/tex
               Fh = maximum tensile strength dalam cN
               Ttv =fineness dalam tex.
Contoh : Fh = 177,2 cN
               Ttv=   24,6 tex
                                                  177,2
                Maka :             Rh = --------- = 7,2 cN tex.
                                                   24,6
B.2. Breaking force /Single Yarn Strength :



Adalah suatu ukuran kekuatan yang dibutuhkan untuk dapat memutuskan SATU HELAI benang dihitung dalam centi Newton per tex. Sample biasanya diambil dalam dua puluh kali pengukuran dan kemudian di rata- rata.
Breaking force = 180 cNtex artinya dibutuhkan kekuatan sebesar 180 cN untuk dapat memutus benang nomor satu tex.
                    
Catatan :  1 Newton adalah besarnya gaya yang diperlukan untuk membuat benda
                 bermassa 1 kilogram untuk mengalami percepatan 1 meter/ detik.
                1 newton = 1 kg m/s² =  0,10197 kilopoung(kgf) = 0,22481 lbf.
                1 kgf (1 kp) = 9,80665 Newton.==è( 1 / 0,10197 = 9,80665 N)
B.3.  R.K.M (Reisskilometer).
Yaitu berapa panjang benang (dalam satuan kilo meter) dimana benang tersebut putus karena menahan bobotnya sendiri. RKM = 2 artinya benang tersebut putus setelah menahan beban benang itu sendiri sepanjang 2 kilometer.
B.4. Tenacity :

Yaitu suatu ukuran kekuatan (gaya) yang dibutuhkan untuk dapat memutuskan 1 lea (590 meter) benang, dihitung dalam gram/ kg force. 1 kgf = 9,80665 Newton.
B.5.  cN tex ç=====è Rkm
n RKM = n x 1,0197 cN/tex
                                              590
n RKM = n x 1,0197 x 1,02 x --------  kgf
                                               Ne
Contoh:
Ada benang Ne 30 rayon ditest disuatu laborat, RKM nya = 165.
-Berapakah nilai single yarn strength nya?
-Berapakah nilai tenacity nya?
 Jawab: - Single Yarn strength : Rumus:    n RKM = n x 1,0197 cN/tex
                Ada benang strength nya = 165 Rkm.
                Tanya : Strength nya dalam cN tex?
                Single yarn strength = 165 x 1,0197 cNtex = 168,25 cNtex.
             - Tenacity : Rumus:
                                                                     590
                n RKM = n x 1,0197 x 1,02 x --------  kgf
                                                                      Ne
                                                      590
                165 x 1,0197 x 1,02 x -------- kgf =  3.375 kgf.
                                                       30
Contoh lain:
Ada benang Tenacity nya = 20 Cn/tex.
Berapa Tenacity nya dalam RKM?
Jawab : Kita pakai rumus Breaking Strength.
                                         n RKM = n x 1,0197 cN/tex
                                                                m
                                         m cN/tex = -----------  Rkm.
                                                             1,0 197
                                                                                                       20
Bila Tenacity nya = 20 cN/ Tex, maka dalam system Rkm = ------------ = 19,6 Rkm.
                                                                                                    1,0197
Contoh lain:
Benang 30s Yarn strength nya 365 Rkm. Berapa yarn strength nya dalam Kgf?
Jawab:
 Rumus =
                                                                  590
                n RKM = n x 1,0197 x 1,02 x --------  kgf
                                                                   Ne
                                                                         590
                365 Rkm = 365 x 1,0197 x 1,02 x ---------- Kgf = 7466,14 Kgf (src)
                                                                          30
read more

Kho Ping Hoo - BKS#17 - Pusaka Pulau Es

Kho Ping Hoo - BKS#17 - Pusaka Pulau Es
 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1Pusaka Pulau Es

Seri : Bu Kek Siansu #17

Karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo

Pria penunggang kuda itu menghentikan kudanya dan memandang ke sekeliling dan dia terpesona. Memang pagi itu indah bukan main. Di sekeliling tempat itu terdapat bukit-bukit berjajar-jajar. Bukit-bukit di timur masih nampak gelap karena matahari baru muncul meng­intai dari balik punggung mereka. Akan tetapi bukit-bukit di barat sudah mulai menerima sinar matahari pagi yang kuning keemasan.

Nampak kabut menyingkir perlahan dihalau sinar matahari pagi. Sinar matahari pagi yang masih lembut namun sudah garang itu menerobos di antara kabut, sungguh merupakan keindahan yang sukar untuk dilukiskan. Keindahannya lebih terasa di dalam hati daripada di dalam mata. Burung-burung beterbangan mulai meninggalkan sarang, dan masih ada sempat berkicau di antara ranting-ranting pohon, membuat suasana makin ceria gembira dan mendorong seseorang untuk ikut bernyanyi-nyanyi. Matahari pagi mulai muncul dan sinarnya menghidupkan segalanya, membangunkan semuanya yang tadinya terlelap tidur dalam kegelapan sang malam. Nampak beberapa ekor kelinci dan kijang m
... baca selengkapnya di Kho Ping Hoo - BKS#17 - Pusaka Pulau Es Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
read more

Friday, November 28, 2014

Test Laborat Benang

Uji Test Laborat Yang Handal Sebagai Basis Management Kualitas

Uji Test Laborat Yang Handal Sebagai Basis Management Kualitas




Agar mampu membuat perjanjian dagang dengan pelanggan, tentu dibutuhkan dasar nilai spesifikasi barang (benang) yang akurat. Lima puluh tahun yang lalu tidak ada data yang tersedia pada pabrik- pabrik benang/ tekstil lainnya untuk menetapkan standar kualitas dari suatu produk benang/ tekstil. Sekarang ini banyak data dapat diperoleh dengan menggunakan laboratory testing instrument, sebagai contoh adalah untuk menetapkan kualitas serat benang, slivers (bakal benang), rovings (benang awal) dan benang jadi.
Tanpa adanya ketersediaan aneka data yang dapat dipercaya tersebut sungguh sulit atau bahkan hampir tidak mungkin untuk menentukan dasar dialog untuk menghasilkan agreement antar produsen dan konsumen pada dunia tekstil yang modern.
Karena itu sungguh teramat penting untuk dapat memperoleh nilai- nilai dari kualitas yang ditetapkan secara teliti dan dapat diperoleh setiap saat.
Sekarang ini test laborat tekstil tingkat tinggi dapat diambil contoh dari beberapa laboratorium test yang dilakukan oleh TESTEX di Zurich, Institute Textile Technology di Charlottesville, USA, dan Japan Spinners Inspecting Foundation di Osaka, Jepang.
Sejauh ini batas akurasi pengukuran belum tercapai sesuai yang diharapkan. Sebagaimana prosentasi mulur benang (Elongation), penebalan (atau penipisan) dibeberapa tempat (thick place/ thin place) dan benang berbutiran (nep) adalah masalah yang perlu diperhatikan, disarankan sistem pengukurannya agar dibuat jauh lebih akurat daripada hasil yang dicapai sekarang. Ini adalah tantangan lebih lanjut dari teknologi tekstil serta masalah statistik yang harus dipecahkan dalam beberapa tahun ke depan.
Karakteristik kualitas benang/ Variasi interlaboratory/ Nilai- nilai laborat
Karakteristik Kualitas
Inter- laboratory variation CV
Nomor benang
Twist
CV% (koefisien  variasi)
Hairiness
Hairiness variation sh / CV
Tensile force Fmax
Elongation Emax
Thin places*)
Thick places*)
Neps*)
<1.0%
<2.5%
<1.0%
<3.5%
<3.0%
<3.5%
<7.5%
<10 %
<10 %
<10  %
*)untuk menghitung lebih dari 30x/1000m panjang benang uji
Juga dengan memperhatikan bahan baku materi uji, prestasi besar telah dicapai dalam beberapa tahun silam. Tabel berikut menunjukkan hasil dari Inter- laboratory test.
Table ini diambil berdasarkan serangkaian test yang telah dilakukan oleh Zellweger Uster, oleh Bremen Cotton Exchanege dan oleh USDA (United States Departement of Agriculture).
Karakteristik Kualitas serat / variasi Inter laboratory / Nila- nilai laborat.
Fibre testing/ Inter- laboratory variation
Karakteristik kualitas
Inter- laboratory variation
Measuring System
Micronaire (kelembutan serat)
Panjang serat (50% span length)
Panjang serat (25% span length)
CV (Koefisien variasi) dari panjang serat (Rasio keseragaman).
Fibre tensile force
Fibre elongation
Jumlah Nep pada bahan baku cotton
<2.5%
<2.5%
<1.2%
<2.0%
<4.5%
<9.5%
<10 %
HVI
HVI
HVI
HVI
HVI
HVI
AFIS
Seperti adanya pengalaman yang terbatas pada pengujian bahan baku, peningkatan nilai-nilai ini diharapkan dapat tercapai dalam beberapa tahun mendatang. Seperti pada pengujian benang, nilai prosentasi mulur menunjukkan hasil variasi yang relatif tinggi terlepas dari fakta bahwa, dalam kedua kasus, sistem pengukuran sangat akurat.
Adapun yang sangat mempengaruhi  variasi hasil test inter laboratory test adalah:
# Variasi sample tekstile yang diambil
# Perbedaan RH (relative humidity)
# Perbedaan temperature.
# Akurasi sensor alat test
# Calibrasi
Sumber: Uster News Bulletn no.39 August 1993: Quality Management in the Spinning Mill

Translated by: H. Khaeruddin Khasbullah (src)
read more

Thursday, November 27, 2014

Wiro Sableng #176 : Dewi Kaki Tunggal

Wiro Sableng #176 : Dewi Kaki Tunggal Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : MALAM JAHANAM DI MATARAM

"GADIS bermuka setan! Apa kau tahu kalau hidungmu tak bakal bisa kembali ke tempatnya semula?! Wajahmu telah sengaja dibuat cacat mengerikan seumur-umur oleh Pendekar Dua Satu Dua!"Begitu Sakuntaladewi berada di hadapannya Pangeran Matahari langsung keluarkan ucapan menghina dan mentakut-takuti.
"Dewi Kaki Tunggal! Jangan percaya ucapan mahluk gosong itu!"Ni Gatri berteriak.
"Aku tahu, kau tak usah kawatir,"jawab Sakuntaladewi. Lalu dia berpaling pada Pangeran Matahari. "Walau hidungku sudah pindah ke pipi, tapi aku masih mampu mencium bau busuk tubuhmu!"

"Hemm, jangan-jangan kau ini sudah menjadi gendak pendekar mata keranjang itu !

Ha ... ha ... ha!"

"Manusia bertubuh hangus! Kasihan. Otakmu ikut gosong ! Hik .. hik. Kau salah mengira. Aku bukan gendaknya Pendekar Dua Satu Dua. Aku adalah calon Istrinya!"

Sepasang alis mata Pangeran Matahari berjingkat. Lalu kembali tawa bergelaknya meledak di tempat itu.

PENDEKAR 212 Wiro Sableng mendapat petunjuk dari Sepasang Arwah Bisu bahwa dirinya memiliki ilmu yang sanggup melenyapkan benjolan merah di kening semua orang yang berada di Matara
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #176 : Dewi Kaki Tunggal Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
read more

Monday, November 24, 2014

Learn, Unlearn, Relearn!

Learn, Unlearn, Relearn! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Menyambut Kompas-Gramedia Fair di Balikpapan yang berlangsung Jumat 24 Juli sampai Rabu, 29 Juli, kemudian di Samarinda mulai Rabo 5 Agustus sampai Senin 10 Agustus, 2009, setiap hari saya menulis artikel pendek di Tribun Kaltim. Andrias Harefa membujuk saya untuk menampilkannya di pembelajar.com. Saya enggan, tapi saya tak tahan denger diminta teman, padahal dia sebenarnya kan memberi kesempatan.

Kali ini saya kemukakan gagasan beberapa pemikir dunia mengenai ciri utama yang menandai abad ke-21. Ini penting, karena pengetahuan kita mengenai penanda utama suatu zaman akan memberi kita kearifan untuk menghadapi zaman tersebut. Untuk itu ada sarana yang bisa amat membantu, yaitu sebuah buku suntingan Rowan Gibson. Judulnya Rethinking The Future. Buku itu terbit setahun sebelum tutup abad ke-20, jadi sudah berumur satu dasawarsa, tetapi banyak hal yang masih amat relevan.

Kita akan menemukan tema yang amat inspiratif bagi kita sebagai individu, maupun sebagai representasi dari suatu lembaga, entah bisnis,
... baca selengkapnya di Learn, Unlearn, Relearn! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

read more