Ads 468x60px

Sunday, February 17, 2013

SEX EDUCATION part5


Dalam Budaya Jawa wanita dianggap sebagai “wadah” dari benih yang akan ditanam oleh laki-laki dan karena itu maka haruslah dicari wanita yang terbaik. Selain dari tiga faktor utama (bibit, bebet, bobot), seorang wanita yang baik juga harus memiliki sifat-sifat tertentu.

In Javanese culture women are considered as a "container" of seeds to be planted by man and therefore it must be the best look for her. Apart from the three main factors (seedlings, ancestor, weights), a nice woman also must have certain properties.


Ingkang kaping kalih kala wau sageda uninga panduking guna, busana, baksana lan sasana wewijanganipun makaten :

Guna tegesipun pangawikan utawi kapinteran, pikajengipun sageda sumerep lan mangretos dhateng wewenang lan wajibing lan pandamelaning pawestri.

Busana, tegesipun pangangge, pikajengipun sageda uninga lan ngetrapaken dhateng raja tadi darbekipun ingkang pancen kasandhang.

Baksana tegesipun pangan, pikajengipung sageda uninga lan nandukaken ubet kekayaning laki ingkang pancen katedha.

Sasana, tegesipun dunung utawi panggenan, pikajengipun sageda uninga tuwin memantes lan memangun anggenipun gegriya. (pupuh 3)

Yang kedua, hendaklah memiliki kepekaan terhadap guna, busana, baksana, dan sasana. Adapun penjelasannya sebagai berikut :

Secondly, let have a sense of purpose, fashion, baksana, and the Sasana. The description as follows:

Guna berarti ketrampilan atau kepandaian maksudnya adalah tanggap terhadap tugas dan wewenang sebagai seorang istri.

Guna means skill or intelligence intention is responsive to the duties and authority as a wife.


Busana berarti seorang wanita haruslah memiliki kepekaan terhadap penampilan serta pakaian miliknya secara proporsional.

Fashion means a woman should have the sensitivity to appearance and his clothing proportionally.

Baksana berati pangan, maksudnya memiliki ketrampilan mengatur keuangan/penghasilan suami secara proporsional

Baksana means food, that have the skills to manage finances / income proportionately husband.


Sasana yang berarti rumah atau papan, maksudnya memiliki ketrampilan untuk mendekor dan menghias rumah dengan indah.

Sasana which means home or shelter, it means having the skills to organize and decorate the house beautifully.

Selain sifat, wanita yang baik juga harus dapat membuat dirinya terlihat menarik agar laki-laki yang menjadi pasangan hidupnya tetap setia dan tetap bisa menjaga hubungan (termasuk dalam hubungan seksual). Hal tersebut dikarenakan pria dan wanita haruslah senantiasa bekerja sama dengan baik untuk dapat mempersiapkan segala hal demi menyambut kehadiran manusia baru sebagai hasil dari hubungan seksual yang mereka lakukan.

Besides nature, a good woman should be able to make herself look good that men who became his life partner and be faithful still can maintain relationships (including sexual relationships). It is because men and women should always work just as well to be able to prepare everything for the sake of welcoming the new person as a result of a sexual relationship that they do.

Ingkang kaping tiga kala wau ambeging pangrengkuh ingkang sawanda, saeka praya lan sajiwa, wijanganipun mekaten :


Sawanda, tegesipun sarupa, sawangu utawi sawarna, pikajengipun sedya nyawiji badan, empan mapanipun gadhahana ambeg pangrengkuhipun lan rumeksanipun dhateng priya dipunkados rumeksa dhateng badanipun piyambak.

Saeka praya, tegesipun sawiji budi, pikajengipun gadhahana ambeg pangrengkuhipun dhateng priya anedya nunggil kapti.

Sajiwa, tegesipun satunggiling nyawa, pikajengipungadhaha ambeg pangrengkuhipun dhateng priya dipun kados dhateng nyawanipun piyambak. (pupuh 3)


Yang ketiga adalah dalam hal kesetiaan hendaklah memiliki sifat-sifat sawanda, saeka praya, dan sajiwa, penjelasannya sebagai berikut :

The third is in terms of loyalty ought to have properties sawanda, saeka praya, and sajiwa, the explanation is as follows:

Sawanda yang berarti serupa, sebangun, atau sewarna. Maksudnya, wanita tersebut bersedia menyatu tubuh dengan cara saling memahami, menjaga suaminya sama seperti menjaga dirinya sendiri.

Sawanda meaning similar, congruent, or color. That is, the woman is willing to merge the body by way of mutual understanding, keeping him just like keeping to himself.

Saeka praya artinya dapat menyatukan kehendak dengan kehendak suaminya yang tujuannya demi kebaikan, maka sang istri harus merasakan sebagaimana kehendak diri pribadi.

Saeka praya means to unite the will to the will of her husband who aim for the good, then she should feel as self will.

Sajiwa berarti sehati. Maksudnya adalah sikap istri terhadap suami sama seperti terhadap diri sendiri.

Sajiwa means one heart. The point is the same attitude as the wife to the husband of her own.
Menggah pawestri ingkang sampun nambut silaning akrami, punika kedah netepi punapa ingkang kados wajibing estri kathahipung tigang pangkat, satunggil-tunggiling pangkat wonten tigang pakarti

Kedah gemi, nastiti, ngati-ati.

Kedah tegen, rigen, mugem.

Kedah titi, rukti, rumanti. (pupuh 3)

Bagi wanita yang telah berumah tangga hendaklah melaksanakan apa yang menjadi tugas seorang istri, dalam hal ini berjumlah tiga tingkatan, masing-masing terdapat tiga komponen perilaku :

For women who have married should implement what the duties of a wife, in this case amounted to three levels, each of which contained three behavioral components:

Hendaklah gemi (hemat), nastiti (cermat), ngati-ati (hati-hati).

Let Gemi (saving), Nastiti (smartly), ngati-ati (carefully).

Hendaklah tegen (tidak mengecawakan, rigen (trampil), mugen (meyakinkan).

Let tegen (not dissapointed, rigen (skilled), mugen (convincing).

Hendaklah titi (teliti), rukti (manfaat), rumanti (merata)

Let titi (carefully), rukti (benefit), rumanti (evenly)

Dene panduking damel kedah nglenggahi gangsal prakawis :

Kedah rikat.

Cukat.

Prigel.

Trampil. (pupuh 3)


Sedangkan dalam hal bekerja hendaklah memiliki lima sifat :

While in the case of work ought to have five properties:


Cepat.

Fast.

Tangkas.

Agile.

Cekatan.

Deft.

Lihai.

Shrewd.

Terampil.

Skilled.

Menggah labetipun kedah kados ing ngandhap punika :

Kedah ishep, madhep, mantep, sregep.

Kedah wekel, petel, nungkul, atul. (pupuh 3)


Perihal pengabdian, hendaklah seperti di bawah ini :

Subject devotion, let as below:

Hendaklah dilandasi kejernihan berpikir, niat, kesungguhan, rajin.

Let based on clarity of thought, intention, sincerity, diligence.

Hendaklah tekun, telaten, tanpa kenal lelah, sabar.

Let diligent, painstaking, tireless, patient.











 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

read more

Saturday, February 2, 2013

SEX EDUCATION part4


Jika ingin berhubungan seksual, alangkah baiknya jika pasangan sudah terikat dalam ikatan pernikahan, dan karena sifatnya yang sakral maka diharapkan jangan sampai salah memilih serta berhati-hatilah karena dampaknya sangat besar bagi kelanjutan kehidupan.

If you want to have sex, it would be nice if the couple is already bound in the bonds of marriage, and because it is sacred, it is expected not to be wrong and be careful because the impact is very big for the continuation of life.

…. wanodya ingkang indah ing warni, sarta pantes ing solah bawa lan ambeg tepa ing rasa, tuwin dana ing tepa utawi ingkang temen tobatipun rila dhateng ing atasing kasaenan, sabab kalakuwaning wanodya ingkang mekaten wau watak lajeng kasaenan sarta kinurmatan ingkang kakung, awit pambekaning wanita ingkang makaten punika angrabasa dhateng bedudhening priya ingkang lajeng saged nukulaken dumateng rumentahing kawelasan tuwin katresnan. (pupuh 3)

…. wanita yang cantik baik lahir maupun batin, wanita yang demikianlah yang dihormati oleh setiap laki-laki. Seorang wanita dengan modal kecantikan lahir batin sesungguhnya akan mampu meruntuhkan dinding hati laki-laki yang ada di hadapannya akan bertekuk lutut menyerahkan segenap cinta dan kasih sayangnya

..... beautiful woman both physically and spiritually, so that women are respected by all men. A woman with inner and outer beauty of real capital would be able to tear down the walls of the heart of men in front of him to his knees would give up all my love and affection.

Budaya Jawa memandang tinggi posisi wanita. Ada suatu sikap dalam hal memandang seorang wanita yaitu dari kecantikannya, bukan hanya dari segi fisik tetapi juga dari kecantikan hatinya (cantik lahir dan batin), dan wanita yang memiliki kecantikan lahir dan batin itulah yang menjadi istri dambaan setiap pria untuk menjadi pasangan hidupnya.

Javanese culture embrace the position of women. There is an attitude in terms of looking at a woman is beauty, not only physically but also in terms of her beauty (pretty physical and spiritual), and women who have the physical and spiritual beauty that is the desire of each man's wife to be his life partner.

Tepa ing rasa (rasa tepa) punika pikajengipun sageda sumingkir saking lumuh tuwin rikuh ing liyan, sabab yen boten kadunungan tepa ing rasa (rasa tepa) wau sok ngawontenaken watak iren tuwin meren, ingkang pandukipun lajeng direngki. (pupuh 3)

Maksudnya mampu menghindarkan diri dari sikap benci terhadap orang lain, karena jika tidak memiliki sifat tersebut terkadang menimbulkan watak iri yang ujungnya adalah kedengkian.

That is able to avoid the attitude of hate toward others, because if you do not have a character trait sometimes cause envy the end is malice.

Dalam konteks pengajaran mengenai seks, hal yang paling utama untuk diperhatikan adalah bagaimana cara memilih wanita yang baik agar kehidupan rumah tangga beserta seluruh aspek didalamnya dapat berjalan dengan lancar. Oleh sebab itu ada beberapa ciri-ciri wanita yang ideal sebagai pasangan agar tujuan hidupnya dapat tercapai.

In the context of teaching about sex, the most important thing to note is how to choose a good woman for life, and all aspects of the household run smoothly therein. Therefore, there are some characteristics of the ideal woman as a partner in order to achieve his goal.

Dana ing tepa, punika pikajengipun sageda sumingkir saking panyaru tuwin panyikuning liyan, sabab yen boten kadunungan dana ing tepa wau, asring ngawontenaken watak : dahwen tuwin salah open ingkang pandukipun lajeng dados srei. (pupuh 3)

Artinya mampu menjauhkan diri dari hasrat menyakiti serta menyengsarakan orang lain, sebab bila tidak memiliki sifat tersebut, cenderung memunculkan watak serakah yang akhirnya menjelma menjadi jahat.

That is able to distance themselves from the desire to hurt and hurt other people, because if we do not have these properties, tend to bring out the nature of greed that eventually transformed into evil.


Temen tobatipun rila, punika pikajengipun tobat ingkang kalebetan temen lan rila. Pramila pikantukipun pawestri ingkang makaten wau lajeng kinurmatan ing kakung. (pupuh 3)


Artinya taubat yang dilandasi kesungguhan dan keikhlasan, sehingga seorang wanita yang mampu bersikap demikian akan disegani oleh setiap laki-laki.

That is repentance which is based on the seriousness and sincerity, so that a woman is capable of doing that will be respected by all men.

Samangke pamuji kula malih mugi sageda angsal wanodya ingkang kadunungan watek : sama, beda, dana, denda. Tembung sama tegesipun pada, pikajengipun gadhahana wewatek asih dhateng sakehing dumadi. Beda tegesipun seje, geseh utawi milah, pikajengipun anggadhahana watek kulina sarta saged animbang, inggih punika putusing tepa. Dana tegesipun neganjar, pikajengipun gadhahana watek remen asung kasenengan tuwin kabungahan dahteng sakehing dumadi. Denda tegesipun kukum, pikajengipun gadhaha watek putus lan patitis, pamiyak tuwin milih nalar ingkang awon utawi dhateng ingkang sae, anggenipun ngempan utawi mapanaken. (pupuh 3)


Berikutnya harapan saya semoga anda mendapatkan wanita yang di dalam dirinya terdapat sifat-sifat sama, beda, dana, denda. Kata sama, berarti merasa sama, maksudnya memiliki rasa sayang pada sesama mahkluk. Kata beda, berarti tidak sama, maksudnya memiliki sifat mengutamakan pertimbangan sebagai wujud kearifan. Kata dana berarti memberi imbalan, maksudnya hendaklah memiliki sifat mudah memberi kepada sesama. Kata denda, berarti hukum, maksudnya memiliki sifat teliti dalam menentukan sesuatu sehingga tepat memilih mana yang baik dan yang buruk.

Next I hope hope you get a woman in whom the properties are the same, different, money, fine. The same word, meaning to feel the same, that has compassion on his fellow creatures. The word is different, not the same meaning, that has properties as a form of wisdom priority consideration. The word means to reward fund, that ought to have the properties of easy to give to others. Said fines, the law, which means having accurate in determining the nature of something so right to choose what is good and bad.



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

read more

SEX EDUCATION part 3


Ingkang rumiyin tembung bobot, pikajengipun amiliha wanita ingkang asli. (pupuh 3)

Pertama kata bobot, maksudnya pilihlah wanita sejati.

First word weighting, ie choose a real woman.

Wanita, ingkang badhe kapendhet wau amiliha darah ing supudya…. (pupuh 3)

Wanita yang kita pilih hendaklah seorang wanita yang memiliki garis keturunan orang-orang terpilih…..

The lady let us choose a woman who has a lineage of people elected


…. Pramila anitik sarasilah darajatin bapa, ing sapanginggil, gerbanipun, sinten manungsa ingkang winahyu, sayekti awit saking rahayuning batos, dene rahayuning batos punika terkadang kapinujon, asring pinareng tumus mahanani dhateng wewatekaning atmajanipun. (pupuh 3)


…. sehingga cara paling mudah ditempuh adalah dengan melihat garis silsilah leluhur sang ayah, karena wahyu cenderung jatuh pada orang-orang yang memiliki keseimbangan batin, dan keseimbangan olah batin tersebut biasanya mampu menurun pada sang anak.

so the easiest way to see implemented is the ancestral lineage of the father, because the revelation tends to fall on the people who have inner balance, and if the inner balance is usually able to decline in the child


Sekarang sampai pada istilah bibit, maksudnya, wanita yang akan dipilih, hendaklah yang rupawan sekaligus memiliki banyak ketrampilan.


Now comes the seed term, that is, women who will be selected, let that beautiful and also have a lot of skill.

…. Kadosta manising ulat, indah ayuning warni, dhemes prigeling solah, punika among kangge minangka sarana amemalat dhateng thukuling sesenenganipun para priya, pramila lajeng wonten pralambang tembung paribasan : “bebukaning pala krami dudu banda dudu rupa amung ati pawitane”, tegesipun dudu banda punika sanes kasugihanipun raja brana, dudu rupa tegesipun sanes ayu indahing warni, ingkang binasdakaken condong utawi jodho. (pupuh 3)

…. kecantikan fisik seringkali hanya didudukkan sebagai wahana kepuasan kaum laki-laki, oleh karena itu ada peribahasa : “bebukaning pala krami dudu banda dudu rupa amung ati pawitane”, (permulaan pernikahan bukan harta benda dan rupa, hanyalah hati sebagai titik awal keberangkatan). Yang dimaksud bukan harta adalah bukan kekayaan, sedangkan bukan rupa adalah bukan kecantikan wajah, yang kemudian disebut sebagai jodoh.

Physical beauty is often only as a vehicle mounted men satisfaction, therefore there is proverbially

: “bebukaning pala krami dudu banda dudu rupa amung ati pawitane”,
(permulaan pernikahan bukan harta benda dan rupa, hanyalah hati sebagai titik awal keberangkatan).

(the beginning of the marriage is not property and art, is simply breathtaking as the starting point of departure).That is not the property is not wealth, while not the way is not the beauty of the face, which is then referred to as matchmaking.


Untuk mengesahkan suatu hubungan seksual, maka pasangan haruslah melewati tahap pernikahan. Pernikahan tersebut menyatukan dua pribadi yaitu laki-laki dan wanita dalam ikatan yang abadi. Supaya tidak mengalami penyesalan, maka pernikahan haruslah didasari dengan hati sesuai dengan peribahasa tersebut, meskipun ada faktor-faktor lain yang juga harus menjadi bahan pertimbangan.


To adopt a sexual relationship, it must pass through stages of marriage couples. The marriage unites two persons namely men and women in an eternal bond. In order not to experience remorse, then marriage must be based on a careful line with the proverb, although there are other factors that also must be taken into consideration.


Punika amung dumunung wonten seneng parenging panggalih, runtut utawi rujuk kalih-kalihipun, temahan sami angrumentah ing bapak kaliyan anak, dene panganggepe bapa binasakaken kencana wingka, pikajengipun tembung makaten wau tur kawujudanipun warni wingka, katon warni kencana. (pupuh 3)


Hal itu hanyalah terdapat pada kecocokan hati, kesesuaian dan keharmonisan antara keduanya, hingga kemudian menumbuhkan kasih sayang antara ayah dan anak, sayang ayah lantas mengiaskan sebagai kencana wingka, maksud dari ungkapan tersebut adalah meskipun kenyataan wujudnya berupa wingka (loyang) namun tampak seperti kencana (emas).


It is found in liver suitability, compatibility and harmony between the two, until then cultivate affection between father and son, dear father then make an analogy of the golden wingka, the intent of the phrase is despite the fact his form in the form wingka (pan) but it looks like a golden (gold).


Dalam memandang pasangan hidupnya, perlulah diingat ungkapan kencana wingka. Walaupun wujudnya hanyalah loyang, akan tetapi tampak seperti emas. Jadi meskipun pasangan hidup tidaklah mempunyai rupa yang sempurna, akan tetapi haruslah bisa dilihat kecantikan yang terpencar dari hatinya.

In view of his life partner, it is necessary to remember expressions wingka golden. Although his form is just pan, but it looks like gold. So even though the spouse does not have a perfect appearance, but must be seen scattered beauty of the heart.

Pala krami punika terang yen gumantung wonten ing kasenenganing priya pyambak-piyambak, dene kasenengan wau boten kenging katemtokaken, liripun makaten kadosta indah ayuning warna boten temtu ndadosaken kasenenganing priya. (pupuh 3)
Perkawinan itu hanyalah berdasarkan kesenangan pribadi kaum lelaki masing-masing, sedangkan rasa sukanya tidak dapat ditentukan, artinya kecantikan wajah ternyata belum tentu menimbulkan rasa cinta kaum pria.

Marriage is just based on personal pleasure men each, while the sense of joy could not be determined, meaning that facial beauty was not necessarily lead to a love of men.


Perkawinan merupakan atau ikatan yang sakral, sehingga untuk melaksanakannya harus dicari pasangan yang benar-benar tepat. Artinya, tidak bisa dilihat hanya dari fisiknya saja.

Marriage is a sacred or bonds, so as to carry it out to look for couples who really appropriate. That is, it can not be seen only from the physical only.

Supados angatos-atos ing pamilihipun, karana menggah dununging wanita punika tumrapipun dhateng priya, binasakaken amung, swarga nunut liripun makaten yen pinuju saged mimbuhi dhateng seneng tuwin asringing prajanipun, yen pinuju lepat ing pamililipun mangka angsal wanita ingkang ambeg durta, tegesipun pawestri ingkang awon kelakuwanipun punika badhe saged narik damel sangsaraning priya. (pupuh 3)

Berhati-hatilah dalam memilih, sebab kedudukan wanita bagi kaum priya diibaratkan swarga nunut maksudnya adalah tatkala hidupnya diliputi kebahagian, posisi wanita seolah hanya sebagai pelengkap hiasan kebahagiaan tersebut, sedangkan bila sang priya salah memilih, artinya wanita yang didapat bukan tergolong wanita baik, maka akan menimbulkan kesengsaraan bagi si pria itu sendiri.

Be careful in choosing, because the status of women for the men likened heaven follow intention is overwhelmed with happiness when his life, just as the position of woman as the complement decorations happiness, whereas when the men one vote, meaning that women who gained not classified as a good woman, it will be cause misery for the man himself.

Bagian ini adalah sikap manusia Jawa dalam hal kedudukan wanita bagi kaum pria dalam hal rumah tangga (termasuk didalamnya urusan hubungan seksual) yaitu diibaratkan surga ikut neraka turut yaitu jika suami memberikan hal-hal yang baik maka sang wanita juga pasti akan menikmati segala hal yang baik juga.

This section is a human attitude Java in the status of women to men in the household (including sexual affairs) come hell heaven is likened to contribute that if the husband gave the good things as well then she will surely enjoy all the good things also.

Pramila saderengipun kapendhet garwa sasaged-saged kapratitisna ing pamilihipun, awit bilih sampun kalajeng rumentah ing sih kawelasan tuwin katresnan, saestu awrat ing pambiratipun, temahan badhe ngengetaken dhateng tumempuhing kasangsaran. (pupuh 3)


Oleh karena itu sebelum menentukan pilihan terhadap pasangan hidup hendaklah berhati-hati dalam memilih, karena bila terlanjur maka cukup sulit mengatasinya, akhirnya malah sering menimbulkan ketidakbahagiaan.

Therefore, before determining the choice of a life partner ought to be careful in choosing, as if already it is quite difficult to handle, ended up often lead to unhappiness.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

read more

SEX EDUCATION part 2


Orang harus belajar mengendalikan nafsunya (nafsu dalam konteks ini adalah nafsu birahi) agar tidak kelepasan sehingga menyebabkan sesuatu yang tidak baik.

People should learn to control his lust (lust in this context is lust) in order not to let slip causing something bad.

Wanita punika, upami papan badhe pandhedhering wiji, saestunipun kedah milih ingkang prayogi. (pupuh 3)
The role of women is like land for sowing, so let him choose a great land.

Dalam melakukan hubungan seksual, maka haruslah dicamkam bahwa hasil dari perbuatan itu adalah adanya seuatu mahkluk baru sehingga tidak boleh dilakukan sembarangan dan pasanganyapun harus dipilih baik-baik.

In sexual intercourse, then he shall attention that the outcome of the action is a new creature thing else that should not be done haphazardly and the couple should be selected carefully.

Para sujanma priya yen badhe amilih dhateng wanodya, kaagem pantesing pala krami, anyeplesana dhateng suraosing tetembungan tiga : bobot, bebet, bibit. (pupuh 3)

Kaum Pria yang bermaksud memilih sorang wanita untuk dinikahi, hendaknya memperhatikan tiga hal : bobot, bebet, bibit.

The man who intends to choose a lady to marry her, should pay attention to three things: weight, ancestor, seed.

Untuk mempersiapkan keturunan yang baik, maka harus juga dicari pasangan (wanita) yang baik dan memenuhi criteria-kriteria tertentu. Dalam budaya Jawa, ada tiga hal paling penting yang harus diperhatikan yaitu ; bibit, bebet, dan bobot.

To prepare a good descent, it must also look for partner (her) that meets both criteria-specific criteria. In Javanese culture, there are three most important things to consider are; seedlings, ancestor, and weight.

 

read more

SEX EDUCATION part1

 


Dalam budaya Jawa diajarkan bahwa untuk menghasilkan sesuatu yang baik maka proses awal penciptaan juga harus baik dan dengan restu Tuhan sebagai Sang Maha pencipta. Demikian pula dengan proses hubungan seksual yang tujuan utamanya adalah menghasilkan keturunan. Untuk mendapatkan keturunan yang baik dalam segala hal, kehadirannya di sunia ini haruslah melalui niat awal yang baik serta proses hubungan seksual yang benar dan tepat. Untuk dapat berhubungan seksual dengan baik maka dibutuhkan pengetahuan mengenai segala hal tentang seks. Pengetahuan mengenai hubungan seksual sangat dibutuhkan karena akan berhubungan dengan kehidupan selanjutnya. Jika prosesnya sudah salah, maka akibat yang ditimbulkan akan buruk, bukan hanya bagi anak yang dihasilkan tetapi bagi keseimbangan serta keselarasan kehidupan ini. Kesalahan dalam proses berhubungan seksual dalam budaya Jawa dikenal dengan istilah kama salah. Maka untuk mencegah terjadinya kama salah manusia harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai tata cara hubungan seksual

In Javanese culture are taught that in order to produce something better then the original process of creation should also be good and with the blessing of Almighty God as the creator. Similarly, the sexual process whose sole purpose is to produce offspring. To get a good descent in every way, his presence in this Sunia be through initial intentions were good and the process of sexual relations is right and proper. To be able to have sex with both the necessary knowledge on everything about sex. Knowledge of sexual relations is needed because it will relate to the next life. If the process is wrong, then the consequences will be bad, not only for children but for the resulting balance and harmony of life. Errors in the process of sexual intercourse in Javanese culture known as karma salah. So to prevent karma one man should have sufficient knowledge about the manner of intercourse.

Dengan pengetahuan yang memadai maka diharapkan orang dapat berpikir lebih jauh mengenai hubungan seksual sehingga tidak melakukannya dengan sembarangan karena akibatnya sangat fatal bagi keberlangsungan hidup umat manusia dan keselarahan hubungannya dengan alam sekitar tempat manusia hidup. Akibat yang fatal tersebut muncul pada keadaan masyarakat sekarang dimana banyak orang mulai melakukan hubungan seks tanpa mengindahkan norma serta etika yang berakibat pada munculya masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat sepeti pemerkosaan, semakin banyak anak-anak terlantar hingga terjadinya peningkatan kriminalitas.


With adequate knowledge, it is expected people to think more about sex so it does not do so in vain because the result is fatal for the survival of mankind and consistent of relationship with nature around where people live. Fatal consequences appear on the state of today's society where many people start having sex without regard to norms and ethics resulting in appear of problems in people's lives a case of rape, a growing number of abandoned children to an increase in crime.

Dalam kasanah budaya Jawa terdapat ajaran atau pedoman moral, nilai dan kaidah bagaimana cara melakukan hubungan seks yang benar dan tepat, sebagaimana dalam Serat Nitimani berikut cuplikan-cuplikan yang berkaitan dengan Ajaran dimaksud :

In Java, there are cultural treasures doctrine or moral compass, values ​​and norms of how to have sex is right and proper, as in the following Nitimani serat nitimani footage relating to the Doctrine meant:


Lamun tandhing, marsudya ing tyas ening, namrih ering, kang supadi tan kajungking. (pupuh 2)


Apabila sedang bertanding, usahakanlah hati tetap hening, agar konsentrasi tetap terjaga, supaya tidak terkalahkan.

When it is playing, try to remain silent heart, that concentration is maintained, so as not invincible.

Yang dimaksud dengan “bertanding” dalam hal ini adalah analogi dari persetubuhan.

The definition of "play" in this case is analogous to copulation.

Yen sembrana, den prayitna sampun lena, lamun ina, sayek amanggih weda. (pupuh 2)

Apabila ceroboh, waspadalah jangan sampai lengah, sungguh sangat menyakitkan.

If careless, be careful not to be complacent, it is very painful.

Kata ceroboh maksudnya adalah dalam konteks persetubuhan agar tetap waspada di dalam melakukan hubungan seksual sehingga tidak mengalami hal-hal yang tidak diharapkan.

Careless word means in the context of sexual intercourse is to remain vigilant in sexual intercourse so as not to experience things that are not expected.

Lamun cuwa, sampun kawiscareng netya, wrananana, ing suka dhanganing karsa, kang supadya, datan manggih dirgama. (pupuh 2)

Apabila tidak puas, janganlah terlihat di wajah, tutupilah, dengan wajah yang ceria,  supaya, tidak mendapat kesulitan.

If not satisfied, do not look at the face, covering it with a cheerful face, so that, no trouble.


Tidak puas yang dimaksud disini, masih dalam konteks hubungan seksual yaitu keadaan dimana salah satu pihak belum mencapai titik kepuasan atau orgasme.

Not content in question here, still in the context of a sexual relationship that is a state where one of the parties have not reached a point of satisfaction or orgasm.

Lamun gela, jroning nala sampu daga, sengadiya, langkung condong ing wardaya, pamrihira, kang pinanduk tan legawa. (pupuh 2)

Apabila kecewa, janganlah membrontak dalam hati, niatilah, untuk lebih berlapang dada, dengan harapan, agar ketidakpuasan tidak berlarut-larut.

When upset, do not broke in the heart, keep nice, to more tolerant, in the hope, that dissatisfaction is not protracted.

Kecewa dalam ungkapan ini masih dalam konteks hubungan seksual dan tidak mencapai kepuasan.

Disappointed in this phrase is in the context of sexual relationships and achieve satisfaction.

Lamun lingsem, ing gunem aja katingkem, lamun amem, yekti katara ing klecem. (pupuh 2)
 

Apabila terjerat rasa malu, janganlah membisu, karena bila berdiam diri, niscaya akan terlihat di wajah.




If caught in a shame, do not mute, because if silence, will be seen on the face.

Ketika seorang laki-laki mengalami kegagalan di dalam berhubungan seksual karena hal-hal tertentu, maka disitulah dia akan merasa sangat malu.

When a man fails in sexual intercourse because of certain things, so that's where he would feel very embarrassed.

Lamun harda, sampun dadra murang krama, mrih widada, pakartine kang utama. (pupuh 2)

Apa bila punya keinginan, janganlah lepas kendali menerjang etika, agar selamat, utamakanlah sikap luhur.

What if have the desire, nor out of control crashing ethics, to survive, keep always in noble attitude.

Keinginan maksudnya adalah dalam hal ingin melakukan hubungan seksual maka jangan sampai lepas kendali, harus tetap memperhatikan etika.

The point is in terms of the desire to have sex then do not get out of hand, should still pay attention to ethics.

Yen anglaras, penggagas aja sampun kabrangas, dimen awas, ing pamawas datan tiwas. (pupuh 2)

Jika sedang menikmati sesuatu, janganlah kesadaran terlena, agar tetap siaga, kewaspadaan tak akan tiwas.

If you're enjoying something, do not be lulled consciousness, in order to stay alert, vigilance will not bad ending.

Maksudnya adalah jika sedang berada dalam kenikmatan berhubungan seksual, kewaspadaan dan kesadaran diri haruslah tetap dijaga, supaya tidak menemui tiwas atau maut.

That is if the pleasure is in sexual intercourse, awareness and self-awareness must be maintained, so as not to see bad ending or death.


Yen cecegah, den betah gonira ngampah, nganggah-anggah, yeku pakarti luamah. (pupuh 2)

Selama mengendalikan diri, bersabarlah menahan hawa nafsu, lepas diri tanpa kendali, merupakan prilaku serakah.

During the self-controlled, patient abstinence, loose yourself without control, a greedy behavior.
read more